Listrik Masih Mati, Maling di Bantul Kembali Beraksi
Selasa, 30 Mei 2006 20:44 WIB
Bantul - Gelap gulita. Begitulah keadaan sebagian besar wilayah Bantul, Yogyakarta. Situasi itu dimanfaatkan beberapa orang untuk mencuri harta benda warga yang masih tersisa.Seperti yang terjadi Selasa (30/5/2006) pukul 20.00 WIB, maling sudah mulai berkeliaran di beberapa kampung. Warga pun tak tingal diam, mereka dengan semangat mengejar maling yang lari pontang-panting.Kejadian itu terlihat di dusun Kalisat, Triharjo, Pandak, Bantul. Puluhan warga mengejar 2 orang maling yang hendak mencuri di rumah warga setempat bernama Budi.Kampung yang semula sepi, seketika ramai oleh teriakan warga. "Maling... maling". Kentongan pun turut dipukul mengiringi pengejaran si maling yang lari ke arah Kali Progo.Warga mulai waspada setelah malam sebelumnya diketahui ada maling drop-dropan di 3 kecamatan Kabupaten Bantul. Maling itu diduga didrop dari luar Yogya.Sejak sore warga sudah mulai berkeliling kampung. Dari hasil jelajah kampung itu, berhasil ditemukan sejumlah orang yang dicurigai akan melakukan tindakan jahat. Interogasi pun dilakukan.Selain itu, di setiap gang masuk dipasang kayu penghalang. Tujuannya untuk menghalangi masuknya orang-orang tak dikenal dan kendaraan.Tinggal di LuarSementara itu, dari pengamatan detikcom, penduduk Bantul masih tinggal di luar rumah. Belum ada yang berani masuk rumah karena gempa susulan masih terus terjadi.Beberapa rumah tinggal yang tidak roboh berada dalam kondisi tidak layak huni. Dinding-dinding retak di sana-sini, bangunannya sendiri banyak yang miring. Seolah dengan sekali dorong saja sudah ambruk.Ribuan warga kecamatan Pundong, Bambanglipuro, Sewon, Dlingo, Kretek, Jetis, sebagian wilayah Pandak, Sanden dan Omogori masih harus bermalam di tempat-tempat pengungsian. Pasalnya rumah mereka sudah rata dengan tanah. Tempat pengusian itu dibangun dengan tenda seadanya. Semua penerangan hanya menggunakan lampu minyak dan senter. Cahaya lilin turut menemani, tapi tidak banyak. Sebab lilin sudah mulai sulit didapat. Bantuan pun masih terkonsentrasi di sekitar jan-jalan utama.Malam kian larut, tapi obrolan antar warga masih terdengar. Sesekali ada yang menepuk nyamuk dengan wajah-wajah lelah dan sedih yang bercampur.
(nvt/)











































