Jenazah Permana Diotopsi Rabu

Jenazah Permana Diotopsi Rabu

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 20:07 WIB
Jakarta - Setelah terkatung-katung, jenazah Permana (12) akan segera diotopsi Rabu 31 Mei besok. Polsek Cakung telah mengeluarkan izin otopsi untuk mengetahui penyebab kematian bocah gelandangan ini."Suratnya sudah kita buat, mungkin besok siang otopsi sudah dilakukan," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cakung Iptu Sapto Wardoyo, saat dihubungi detikcom, Selasa (30/5/2006).Dia beralasan, surat baru keluar karena polisi selama ini masih mencari-cari pihak keluarga. "Otopsi itu kan harus ada izin dari keluarga, tapi kalau tidak ada kita akan tetap lakukan, karena penyebab kematian penting," kilahnya.Polisi berjanji akan melakukan penyelidikan bila ditemukan unsur pidana penyebab kematian korban. Polisi sampai saat ini telah memeriksa kepala stasiun Bekasi, masinis dan petugas kereta api Sawunggaling.'Ya kalau ada anggota ada yang terlibat akan kita periksa,' ucapnya.Sementara itu pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), membantah kelambananpihaknya sebagai penyebab kematian korban. "Dia mengalami pendarahan, pembuluh darahnya putus. Dia juga mengalami komplikasi penyakit," kata bagian pelayanan medik RSCM Dr Julianto Witjaksono, dalam rekaman dialog dengan Komnas anak, pada 29 Mei lalu.Julianto dalam rekaman menyebutkan Permana terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berakibat meninggalnya bocah ini. Pihak RSCM berkeras tidak memberikan rekam medik kematian korban dengan alasan sesuai ketentuan berlaku."Kasus ini ada dugaan masalah hukum karena itu kita serahkan kepada polisi untuk kepentingan penyelidikan. Selain itu medical record rahasia pasien," tutur Julianto.Pihak Komnas Anak pada Kamis, 1 Juni mendatang berencana akan menghadapkan 2 orang saksi ke Polsek Cakung. Hal ini dilakukan agar polisi segera mengusut tindak pidana yang diduga dilakukan oknum polisi.Sementara jenazah Permana, masih terbaring di kamar mayat RSCM, berselimutkan kain hijau. Kaki kanannya berbalut perban mulai dari pangkal paha hingga ujung mata kaki.Permana yang meninggal Sabtu 27 Mei pagi, diduga tewas akibat luka berat yang dideritanya. Dia mengalami luka patah tulang kaki kanan dan tulang pinggul. Tubuhnya pun mengalami memar-memar.Diduga dia tewas karena ulah oknum polisi yang mendangnya keluar dari kereta yang berjalan. Sehari-hari Permana mencari uang dengan menyapu di kereta bisnis Sawungggalih jurusun Kutoarjo-Pasar Senen Jakarta. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads