ADVERTISEMENT

2 Korporasi Dituntut Denda Rp 2 M Korupsi Jiwasraya dan Rp 175 M di Kasus TPPU

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 15:52 WIB
Sidang tuntutan terdakwa korporasi kasus Jiwasraya
Sidang tuntutan terdakwa korporasi kasus Jiwasraya (Foto: dok. Kejagung)

PT OSO Manajemen Investasi Dituntut Bayar Denda Rp 1 M Terkait Kasus Jiwasraya

Jaksa juga menuntut PT OSO Manajemen Investasi (PT OMI) terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU terkait kasus jiwasraya. Jaksa menuntut PT OSO Manajemen Investasi dengan pidana denda Rp 1 miliar.

"Menjatuhkan pidana pokok kepada Terdakwa Korporasi PT OSO Manajemen Investasi (PT. OMI) dalam perkara tindak pindana korupsi membayar denda sebesar RP 1.000.000.000," kata Ketut.

Sedangkan dalam Tindak Pidana Pencucian Uang, terdakwa dituntut membayar denda sebesar Rp. 75.000.000.000. Dengan ketentuan dalam hal Terpidana PT OMI tidak mampu membayar pidana denda tersebut, pidana denda tersebut diganti dengan perampasan Harta Kekayaan milik Terpidana PT OMI atau Personel Pengendali PT OMI yakni Rusdi Oesman, SE selaku Direktur Utama PT OMI, yang nilainya sama dengan putusan pidana denda yang dijatuhkan.

"Dalam hal penjualan harta kekayaan milik Terpidana PT OMI yang dirampas tidak mencukupi, pidana kurungan pengganti denda dijatuhkan terhadap Personel Pengendali PT OMI selama 6 bulan dengan memperhitungkan denda yang telah dibayar," ujar Ketut.

Selain itu, jaksa memberikan tuntutan pidana tambahan berupa perampasan kekayaan PT OSO Manajemen Investasi (PT OMI) untuk Negara senilai management fee yang diterima sebesar Rp 6.502.606.596 dengan memperhitungkan Uang dari hasil tindak pidana korupsi sebagaimana barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 627.392.789.

"Dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap Terdakwa PT OSO Manajemen Investasi (PT OMI) berupa pembubaran PT OSO Manajemen Investasi (PT OMI)," kata Ketut.

Terdakwa PT OSO Manajemen Investasi itu diyakini jaksa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU Tipikor. Selain itu terdakwa juga diyakini bersalah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo. Pasal 7 UU TPPU.

Diketahui, dalam kasus ini, ada 12 korporasi yang didakwa serupa. Mereka adalah:

1. PT Dhanawibawa Manajemen Investasi (saat ini menjadi PT PAN Arcadia Capital)
2. PT OSO Management Investasi
3. PT Millenium Capital Management (MCM)
4. PT Prospera Asset Management
5. PT MNC Asset Management (MAM)
6. PT Maybank Asset Management
7. PT GAP CAPITAL
8. PT Jasa Capital Asset Management
9. PT Pool Advista Aset Manajemen
10. PT Corfina Capital
11. PT Treasure Fund Investama
12. PT Sinarmas Aset Management


(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT