Loncat dari Hotel Saat Gempa, Kepala Tantra Pecah
Selasa, 30 Mei 2006 17:49 WIB
Yogyakarta - Guncangan gempa 5,6 SR Sabtu (27/5/2006) membuat semua orang di Yogyakarta panik. Tak terkecuali Tantra, warga Bali yang saat itu menginap di Hotel Jayakarta. Begitu gempa terjadi, dia loncat dari lantai 3 hotel itu. Dia pun tewas, kepalanya pecah. Saat gempa terjadi, Tantra sedang berada di dalam kamar nomor 326 lantai 3. Dia berada di Yogya untuk berwisata bersama temannya. Nah, saat gempa terjadi sekitar pukul 05.54 WIB, rupanya Tantra sangat panik. Entah bagaimana ceritanya, Tantra tiba-tiba langsung meloncat dari jendela kamarnya yang bertinggi sekitar 15 meter dari permukaan tanah itu. Tubuh Tantra terjatuh di jalanan beraspal. Brukk!! Kepalanya pecah dan bersimbah darah. Tantra langsung tewas. Cerita tragis Tantra ini dikisahkan oleh Suharno, saksi mata yang menjadi satpam di hotel tersebut, Selasa (30/5/2006). "Tamu hotel yang tewas, hanya Tantra. Puluhan tamu lainnya luka-luka," kata Suharno. Jenazah Tantra telah diambil keluarganya beberapa jam setelah gempa. Menurut dia, saat gempa terjadi, hotel sedang dihuni oleh 129 tamu dengan menempati 100 kamar. Begitu ada gempa, para tamu hotel, termasuk para turis asal Belanda, juga panik dan menyelamatkan diri. Mereka selamat dan hanya mengalami luka-luka, dan hanya Tantra yang tewas. Hotel Jayakarta terdiri dari 2 bangunan. Akibat gempa, bangunan depan tidak terjadi kerusakan berarti, hanya tembok yang retak-retak. Namun di gedung bagian belakang, 2 lantai bagian atasnya ambrol. Sedangkan 3 lantai di bawahnya, masih utuh namun disertai tembok yang retak. Hingga sekarang bangunan hotel itu belum dibenahi.
(atq/)











































