Stok Menipis, Harga Sembako di Bantul Juga Naik

Stok Menipis, Harga Sembako di Bantul Juga Naik

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 17:04 WIB
Jakarta - Kenaikan harga bahan makanan terutama sembako di Yogya pascagempa mulai merata. Di Bantul, masyarakat mulai mengeluh, karena selain harga yang mahal, hanya sedikit toko yang buka.Dari pantauan detikcom, Selasa (30/5/2006) di Pasar Bantul dari sekitar 100 kios dan toko, hanya 7 kios yang buka. Akibatnya, tadi pagi banyak warga yang sempat antre untuk membeli bahan makanan yang mereka butuhkan.Kondisi pasar terbesar di Bantul yang terletak di Jl Prof Muhammad Yamin itu tidak mengalami rusak parah. Hanya tampak beberapa dinding yang retak dan genteng yang jatuh.Harga gula merah naik dari Rp 4.800 per kg menjadi Rp 5.000 per kg. Gula pasir naik dari Rp 6.300 menjadi Rp 6.600 per kg. Telur ayam naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 7.000 per kg.Namun harga beras sama sekali tidak mengalami kenaikan. Beras jenis C 64 Super Delanggu tetap dijual seharga Rp 4.500 per kg, dan beras jenis C 4 kualitas lokal dijual berkisar antara Rp 3.900 hingga Rp 4.200 per kg.Bahkan akibat kiosnya yang rusak karena gempa, ada seorang pedagang beras yang terpaksa menjual murah berasnya. Hal itu dilakukan karena berasnya terkena air hujan yang mengguyur Bantul beberapa hari ini.Mengingat semakin tipisnya stok sembako yang dimiliki, para pedagang merasa khawatir harga-harga akan naik lagi."Tadi sudah ditelepon ke agennya untuk minta kiriman barang tapi tidak ada yang mau," keluh Suparman, pemilik kios beras Sadewa di Pasar Bantul.Dia tidak bisa memperkirakan berapa lama lagi stok beras di tokonya akan habis. Dalam waktu sehari saja stok beras yang dimiliki tinggal setengahnya. Suparman yang biasa membeli beras dari para petani di Bantul dan sekitar Yogya kini bingung ke mana harus mencari pasokan beras."Mungkin kita cari dari luar Yogya. Soalnya panen raya sudah selesai," ujarnya. (bal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads