Pernyataan Lengkap Grab Sesali Diskriminasi Wawancara Calon Mitra Tuli

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 07:23 WIB
Jakarta -

Grab Indonesia menyesalkan perlakukan diskriminatif yang diterima oleh calon mitra tuli saat mengikuti tes wawancara. Grab mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas akibat insiden itu.

"Grab sangat menyesalkan kejadian yang dialami oleh salah satu calon mitra Grab di Cakung pada tanggal 26 April 2022. Kami telah menghubungi beliau untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, agar dapat segera melakukan investigasi internal menyeluruh dan mengambil tindakan tegas," tulis Grab dalam unggahan di Instagramnya, @grabid, seperti dilihat Rabu (27/4/2022).

Grab mengatakan tidak menoleransi segala bentuk diskriminasi. Grab akan mengambil langkah terhadap peristiwa itu.

"Grab tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi dan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," kata Grab.

Pernyataan Lengkap Grab

Grab sangat menyesalkan kejadian yang dialami oleh salah satu calon mitra Grab di Cakung pada tanggal 26 April 2022. Kami telah menghubungi beliau untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, agar dapat segera melakukan investigasi internal menyeluruh dan mengambil tindakan tegas. Grab tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi dan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Ratusan mitra pengemudi dan UMKM penyandang disabilitas telah bergabung bersama kami sejak tahun 2017, dan merupakan bagian dari keluarga besar Grab Indonesia. Kami juga memperluas kesempatan teman-teman penyandang disabilitas untuk bergabung melalui program Mendobrak Sunyi pada 2019. Hubungan erat juga telah terjalin lebih dari tiga tahun antara kami dengan komunitas penyandang disabilitas seperti Teman Tuli dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), yang senantiasa memberikan masukan dan arahan kepada kami.

Pada Maret 2022 kami meluncurkan program GrabAccess, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat rentan (penyandang disabilitas dan ibu tunggal) dengan bergabung dan berkembang dalam ekonomi digital.

Simak berita selanjutnya pada halaman berikut.