Konflik Nuklir, AS Tidak Akan Mampu Serang Iran
Selasa, 30 Mei 2006 16:19 WIB
Putrajaya - AS dan Iran masih terus berseteru soal nuklir. Namun pemerintah Iran tidak gentar akan serangan militer AS. Bahkan Iran yakin, AS tidak akan mampu menyerang negara republik Islam itu.Demikian dicetuskan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (30/5/2006)."Mereka tidak bisa menyerang. AS tidak dalam posisi untuk menerapkan krisis baru bagi para pembayar pajak," kata Mottaki di sela-sela pertemuan tingkat menteri Gerakan Non-Blok di Putrajaya, Malaysia. "Mereka sedang mengalami banyak kesulitan di Irak dan Afghanistan. Mereka tidak dalam posisi untuk menciptakan krisis baru di wilayah ini," tandasnya. Mottaki pun menuding, Washington telah menerapkan kebijakan standar ganda atas masalah nuklir Iran. Pemerintah AS dan Uni Eropa menuduh Iran diam-diam mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.Sebagai upaya untuk menghindari memburuknya konflik nuklir, lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman ingin menawarkan paket insentif kepada Iran jika negara itu bersedia menghentikan aktivitas nuklirnya. Namun Mottaki menegaskan, pemerintahnya tidak akan menerima tawaran itu. Komunitas internasional justru harus mengakui hak esensial Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir damai.
(ita/)











































