Hotman Paris Tanya soal Dansa Bareng Aspri, Sekjen DPN Peradi Bilang Gini

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 21:44 WIB
Hotman Paris membantah dirinya menyebut Peradi sebagai institusi tidak sah. Dia mengaku hanya sedang membahas fakta persidangan. (Karin NS/detikcom)
Hotman Paris membantah menyebut Peradi sebagai institusi tidak sah. Dia mengaku hanya sedang membahas fakta persidangan. (Karin NS/detikcom)
Jakarta -

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mempertanyakan kebiasaannya yang gemar dansa bersama asisten pribadinya. Kegiatan tersebut sering dia unggah melalui Instagram pribadinya.

"Dansa sama aspri melanggar kode etik pribadi nggak?," tanya Hotman di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (26/4/2022).

Dalam kesempatan yang sama Sekjen Dewan Pengacara Nasional (DPN) Peradi, Sugeng Teguh Santoso, menjawab pertanyaan Hotman tersebut. Dia mengatakan bahwa Perhimpunan Advokat Indonesia itu disusun untuk mengontrol seseorang yang memegang profesi advokat dalam menjalankan tugasnya.

"Menjalankan. Jadi, gampangnya ketika sedang menangani perkara. Kalau beliaunya berjoget-joget dengan kliennya, misalnya lagi menangani perkara, nah itu melanggar kode etik," jelas Sugeng.

"Tetapi apabila saya sebagai advokat, saya sedang tidak menjalankan profesi, saya sedang joget-joget dengan seorang wanita, beberapa orang wanita, itu adalah wilayah privasi saya. Yang penting saya tidak melakukan, atau melanggar batas demarkasi pelanggaran hukum," sambungnya.

Sugeng juga memberi contoh kasus pelanggaran hukum yang dimaksud. Di antaranya adalah menggunakan narkoba dan memegang wanita di bawah umur tanpa persetujuan.

"Misalnya, nih, pelanggaran hukum tersebut memakai narkoba, atau wanita tersebut di bawah umur, saya pegang-pegang dia tidak suka," ungkap Sugeng.

"Kalaupun misalnya wanita sudah dewasa saya peluk-peluk dia tidak suka boleh lapor. Tapi kalau dia suka, tidak soal. Itu wilayah privasi," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, pengacara Hotman Paris Hutapea mengungkapkan sejumlah alasannya keluar dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Salah satunya terkait pernyataan Otto Hasibuan yang dinilai menyudutkan dirinya. Dia mengatakan Otto pernah meminta Dewan Kehormatan Peradi memeriksa pengacara yang dinilai memamerkan harta.

"Alasan keempat dalam dua bulan terakhir dia memberikan ceramah ceramah yang mendiskreditkan saya tidak disebutkan langsung, tapi dia mengatakan 'para pengacara mencari harta' intinya jangan seperti itu loh yang gayanya begini kan cuma saya," ucap Hotman, Selasa (19/4).

"Bahkan, dalam pelantikan dewan kehormatan Peradi dia mengatakan 'agar Dewan Kehormatan Peradi memeriksa pengacara yang pamer harta'. Artinya apa? Dewan Kehormatan Peradi kan hanya kaitan dengan kode etik. seolah olah saya melanggar kode etik," sambungnya.

Menurut Hotman, kode etik advokat hanya berlaku pada saat pengacara melakukan pekerjaannya sebagai pengacara. Hotman menegaskan kegiatannya bersama para wanita tidak ada hubungannya dengan kode etik advokat.

"Kode etik advokat hanya berlaku pada saat si pengacara tersebut melakukan kegiatannya sebagai pengacara. Kalau saya bawa cewek berbikini ke pengadilan itu melanggar kode etik, tapi kalau saya bawa cewek di Holywings atau di pantai di Bali itu tidak ada kaitannya dengan kode etik," ujar Hotman.

Simak video 'Hotman Paris Tanya ke Ahli Kode Etik Advokat soal Dansa Bareng Aspri':

[Gambas:Video 20detik]

(ain/zap)