Korban Gempa di Klaten
Mereka Mencari Bantuan, Mereka Ditolak
Selasa, 30 Mei 2006 15:48 WIB
Klaten - Meski bantuan terus berdatangan, bukan berarti warga korban gempa tenang. Kenapa? Karena bantuan tak segera disalurkan dan yang lebih parah, ada warga yang ditolak saat minta bantuan. Waduh...Begitulah nasib sejumlah korban gempa di Klaten. Hari ini, Selasa (30/5/2006), mereka berbondong-bondong ke Posko Satlak Klaten, Jl. Pemuda, untuk mencari bantuan. Namun kenyataan bicara lain."Saya sudah membawa surat rekomendasi dari camat. Tapi tetap nggak dapat. Alasannya barang yang kami minta tidak ada," ungkap warga Karangasem, Cawas, Klaten, Bakdi (32) kepada detikcom sambil menunjukkan surat rekomendasi camatnya.Bakdi menyebutkan, ketika mendatangi posko, petugas Satlak hanya bisa memberi 20 kaleng biskuit. Padahal yang dibutuhkan warga di daerahnya adalah 200 kaleng biskuit, 30 tenda, 50 Kg minyak goreng, dan 100 buah tikar."Di dalam ruangan itu kan banyak barang-barang, masak barangnya tidak ada. Ya, sudah. Mau gimana lagi," katanya sambil meninggalkan posko dengan kecewa.Hal yang sama juga diutarakan Wiwin (26), warga Jimbung, Kalikotes, Klaten. Wiwin mengaku tak diberi bantuan apa-apa meski sudah membawa surat rekomendasi RT, RW, kepala desa, dan camat. "Katanya, nanti barang akan dikirim sendiri oleh Satlak," kata lelaki yang masih lajang ini."Sejak gempa terjadi, warga sekitar kami tak mendapatkan bantuan apa pun. Makanya, kami kesini. Eh, belum dapat juga," imbuhnya.Untuk keperluan sehari-hari, Wiwin menyatakan warga mendapatkan sumbangan dari warga yang dikenal berduit. Seandainya tak ada bantuan pribadi itu, tak diketahui bagaimana warga dapat bertahan hidup.Dari pantauan detikcom, beberapa kecamatan di Klaten yang dilanda gempa berkekuatan 5,9 SR memang belum mendapatkan bantuan yang memadai. Kebetulan, tak semua kecamatan punya posko. Sehingga hal itu kian menyulitkan prosedur pemberian bantuan.
(asy/)











































