Duh! 43 Relawan dari Uni Emirat Terlantar di Klaten

Duh! 43 Relawan dari Uni Emirat Terlantar di Klaten

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 15:45 WIB
Klaten - Pemerintah tampaknya cukup panik menghadapi gempa yang menelan korban ribuan nyawa. Alhasil tak hanya korban selamat yang terlantar, tapi 43 relawan asing asal Uni Emirat Arab juga.Ke-43 relawan yang terlantar itu tergabung dalam Abu Dabi (AD) Police. Mereka terlihat hanya duduk-duduk di Kantor DPRD Klaten, Jl. Pemuda, Selasa (30/5/2006). Beberapa di antaranya berjalan-jalan tak tahu arah.Para relawan yang membawa 2 orang dokter dan 4 anjing pelacak itu datang ke Indonesia, Senin (29/5) kemarin. Mereka langsung menuju Yogyakarta dan membantu evakuasi korban. Karena sebelumnya evakuasi berlangsung sukses, mereka tak mendapatkan satu pun jenazah korban.Usai dari Yogyakarta, mereka meluncur ke Klaten karena di Yogyakarta mereka sudah terlalu banyak relawan. Nasib sial menghadang. Di Klaten, mereka tak mendapatkan penginapan dan akhirnya menempati Kantor DPRD."Tak ada hotel atau homestay yang bisa disewa. Kalau pun ada, tempatnya tidak ada air. Jadi di sini saja, dapat air gratis," tutur Fidel Cabeliza, relawan asal Filipina yang tergabung dalam AD Police.Ketika ditanya soal apa yang hendak dilakukan di Klaten, dengan Bahasa Inggris yang terbata Fidel mengaku menunggu instruksi dari Kedubes Abu Dhabi di Jakarta. Kedubes belum bisa berkoordinasi dengan pemerintah setempat."Sampai kapan kami di sini, kami juga belum tahu. Orang-orang Arab kan menyumbang uang banyak untuk bencana ini. Selain membantu evakuasi dan korban bencana, kami juga akan memantau penggunaan dana itu," jelasnya.Para relawan tersebut tampaknya sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan dan di mana mereka sekarang. Kepada detikcom, mereka bertanya apakah Klaten termasuk Pulau Jawa, berapa kilometer jarak Klaten - Jakarta, dan dimana mereka bisa mendapatkan penginapan.Sementara di kantor bupati (posko Satlak) yang bersebelahan dengan kantor DPRD, puluhan relawan lokal terlihat menurunkan dan menaikkan bantuan dari truk. Beberapa relawan asing dari Jerman dan Prancis tampak bersliweran di antara aktivitas tersebut. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads