Skala Prioritas Penanganan Kesehatan Korban Gempa Buruk

Skala Prioritas Penanganan Kesehatan Korban Gempa Buruk

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 15:28 WIB
Jakarta - Penanganan kesehatan terhadap korban gempa Yogyakarta sangat buruk. Hal ini disebabkan tidak adanya manajemen disaster yang jelas.Gempa dahsyat berkekuatan 5,9 Skala Richter yang mengguncang kota Yogyakarta merenggut ribuan jiwa korban manusia. Belum lagi mereka yang harus menderita luka-luka, baik berat maupun ringan. Sayangnya, hal ini masih diperburuk oleh penanganan kesehatan yang tidak maksimal."Sebenarnya korban tewas akibat gempa bisa diminimalisir jika pemerintah bisa mempunyai manajemen disaster yang baik," kata Ketua LBH Kesehatan, Iskandar Sitorus kepada detikcom, melalui telepon, Selasa (30/5/2006).Manajemen disaster yang dimaksud adalah, pemberian skala prioritas dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap para korban gempa. Pelayanan kesehatan seharusnya diutamakan kepada mereka yang memiliki skala kemungkinan hidup paling tinggi.Menurut Iskandar, yang terjadi di Yogyakarta adalah sebuah kepanikan. Pemerintah tidak mempunyai prioritas terhadap para korban. Akibatnya korban bercampur aduk, sehingga yang seharusnya bisa lebih diselamatkan terbengkalai."Sebenarnya kondisi seperti ini tidak boleh terjadi karena kita sudah memiliki pengalaman. Bencana alam seperti gempa ini bukan baru kali ini saja terjadi di Indonesia. Tapi setiap ada bencana, kordinasi penanganan korban selalu saja kacau," tutur Iskandar.Iskandar juga mengaku tidak bisa memahami pernyataan pemerintah bahwa kota Yogyakarta kekurangan persediaan obat. Dia menilai, hal ini bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Yogyakarta gagal memberikan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Padahal dana untuk itu selalu dianggarkan dalam APBN dan APBD setiap tahunnya."Kondisi itu (obat-obatan kurang) membuka tabir, bahwa selama ini pemerintah setempat tidak menyediakan obat-obatan dan peralatan kesehatan bagi masyarakat secara maksimal," ungkap Iskandar. (djo/)


Berita Terkait