Ada Modem Tanpa SIM Card, Bamsoet: Layaknya Memiliki 1.000 Provider

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 18:52 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kehadiran modem canggih berteknologi tinggi tanpa sim card, TREN. Teknologi yang dinaungi PT. Tren Global Teknologi ini dinilai mampu memberikan kemudahan mengakses internet.

Dengan fitur tanpa sim card, TREN secara otomatis dapat mencari jaringan 4G di mana pun penggunanya berada.

"Sehingga pengguna tidak perlu lagi mengalami blank spot. Kemudahan ini tidak hanya dapat dinikmati di dalam negeri, melainkan mampu menjangkau sampai ke 100 negara lebih, layaknya memiliki 1.000 provider dalam satu genggaman," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (26/4/2022).

Bamsoet menilai potensi pemasaran TREN sangat menjanjikan mengingat pesatnya penetrasi internet di Indonesia. Laporan We Are Social 2022 mencatat dari total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 277,7 juta jiwa, sebanyak 204,7 juta jiwa di antaranya sudah terkoneksi dengan internet.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 94,1 persen mengakses internet dengan menggunakan mobile phone. Perangkat mobile yang terhubung dengan internet sudah mencapai 370,1 juta perangkat. Meningkat sekitar 13 juta perangkat mobile dibanding tahun 2021. Rata-rata per orang, menghabiskan waktu 4 jam 56 menit setiap harinya untuk mengakses internet menggunakan mobile phone," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, TREN seri pertama ini mampu menggabungkan 3 fungsi device berbeda, yakni bisa dipakai sebagai modem internet, power bank, serta ketersediaan beberapa aplikasi di dalamnya seperti Tripadvisor, Translator, Exchange Rate dan Maps untuk memudahkan perjalanan bisnis, liburan dan kegiatan harian.

"Menggunakan sistem penjualan langsung, TREN memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta masuk dalam bisnis perusahaan. Didukung pula dengan pelatihan, training, serta kelas bisnis yang berkualitas. TREN akan menjadi solusi dan peluang bisnis baru di Indonesia," tutur Bamsoet.

(prf/ega)