1.018 Mahasiswa UGM Dikerahkan Tangani Bantul

1.018 Mahasiswa UGM Dikerahkan Tangani Bantul

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 15:14 WIB
Bantul - Datangnya gempa di Yogyakarta secara tiba-tiba, membuat rencana kuliah kerja nyata (KKN) di Universitas Gadjah Mada (UGM) berubah waktu dan tempat. KKN yang hendaknya dilangsungkan pada pertengahan Juni di sejumlah daerah di Yogya dan Jateng, kini difokuskan di Bantul. Rektorat UGM memutuskan mempercepat pelaksanaan program KKN. Ada 1.018 mahasiswa yang mengikuti program ini. Program KKN ini difokuskan di lokasi gempa terparah, yakni di desa Trimulyo, kecamatan Jetis, Bantul.Selama sebulan mahasiswa itu akan membantu para korban gempa dengan menetap, yakni mulai 5 Juni hingga 12 Juli. 3 Program utamanya adalah logistik, kesehatan termasuk trauma center serta infrastruktur."Untuk proses awal sebenarnya UGM hanya menerima 450 orang. Namun karena mahasiswa membludak, peraturan dilenturkan sehingga semuanya diterima," kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGM, Danang Parikesit di kantor LPPM UGM, Kompleks Rektorat UGM, Bulak Sumur, Selasa (30/5/2006).Menurutnya, mahasiswa dari berbagai spesialisasi akan ditempatkan di daerah itu. Misalnya untuk forensik bangunan untuk mengkaji masih layak atau tidaknya rumah untuk tetap digunakan, dikerahkan 80 mahasiswa Teknik Sipil. Mahasiswa ini juga melakukan pendataan rumah yang rusak serta membantu dalam pembangunannya. Lalu tugas mahasiswa kedokteran untuk memulihkan kesehatan korban yang juga meliputi pendistribusian makanan, tenda, kasur dan sebagainya. Juga ikut menyiapkan pembuatan makanan seperti memasak di dapur umum. Danang menambahkan, ditempatkannya mahasiswa UGM di desa Trimulyo ini merupakan hasil pembagian oleh Pemda DIY. Hal ini agar tidak terjadi benturan dengan relawan-relawan lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa UGM akan ditempatkan di lokasi lainnya. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads