Merasa Jakarta Lebih Panas? Ini Penjelasan BMKG

ADVERTISEMENT

Merasa Jakarta Lebih Panas? Ini Penjelasan BMKG

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 17:12 WIB
Ilustrasi Jakarta, ilustrasi cuaca panas, ilustrasi lalu lintas lancar, Mampang
Ilustrasi cuaca panas (Indah Mutiara Kami/detikcom)
Jakarta -

Kondisi cuaca di Jakarta pada siang hari terasa terik beberapa hari ini. Termasuk hari ini, cuaca di Jakarta dirasa begitu terik.

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi ini tak terlepas dari transisi peralihan musim hujan ke musim kemarau.

"Secara musim saat ini memang wilayah Jabodetabek masih dalam periode transisi musim atau biasa disebut dengan Pancaroba," kata prakirawan BMKG kepada detikcom, Selasa (26/4/2022).

Dia menjelaskan kondisi ini dicirikan dengan cuaca yang panas terik pada pagi dan siang hari, kemudian hujan cenderung terjadi pada jelang sore hingga malam dengan intensitas sedang hingga lebat.

Dia mengatakan pada periode ini juga kondisi cuaca cukup labil dan dapat berubah secara drastis dalam periode singkat. Dia menjelaskan kondisi ini akan terus terjadi hingga wilayah Jabodetabek memasuki musim kemarau.

"Karena pancaroba ini merupakan transisi menuju musim kemarau maka akan terjadi hingga masuk musim kemarau itu sendiri," katanya.

"Untuk wilayah Jabodetabek musim kemarau diprakirakan akan masuk pada akhir Mei hingga awal Juni," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, mengatakan pengamatan suhu udara maksimum permukaan di wilayah Jakarta pada 5 (lima) hari ke belakang menunjukkan suhu udara teramati berkisar antara 30-36 derajat Celcius. Nilai ini, lanjutnya, memang sedikit di atas normal pada bulan April yang umumnya berada pada kisaran 32-33 derajat Celcius.

"Hal ini dapat terjadi karena minimnya tutupan awan di wilayah Jakarta pada pagi hari sehingga terjadi pemanasan radiasi matahari maksimal hingga di permukaan. Kondisi sepertinya ini apabila didukung dengan nilai kelembapan udara yang basah (>70%), udara akan terasa lebih panas dari nilai sebenarnya," jelasnya.

Kemudian, pada siang hingga sore hari akan terbentuk awan-awan tebal yang dapat menghalangi pelepasan energi radiasi balik matahari sehingga akan terasa gerah di permukaan.

"Kondisi ini kerap terjadi pada periode peralihan dimana umumnya kondisi cuaca akan ditandai dengan cuaca cerah di pagi hari dan berawan di siang hari dengan potensi hujan yang disertai kilat/petir akibat suhu udara yang tinggi disertai dengan ketersediaan uap air yang cukup (kelembapan tinggi) terjadi pada sore-malam hari," jelas Miming.

Berdasarkan situs BMKG, suhu di Jakarta pada Selasa (26/4), diprakirakan berkisar 24-33 derajat Celcius.

Mayoritas cuaca pada hari ini diprakirakan akan berawan. Namun, pada malam hari, diprakirakan hujan ringan akan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Simak Video 'Bibit Siklon Tropis 98s Terpantau di Samudera Hindia, Berdampak ke Cuaca':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT