ADVERTISEMENT

Pesan Kapolda Jabar ke Pemudik: Jangan Bawa Barang Berlebihan

Muchamad Sholihin - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 13:36 WIB
Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana mengungkapkan penyebab kemacetan di Puncak, Bogor pada Minggu (27/2/2022) karena banyak kendaraan yang mogok.
Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Bogor -

Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana menyebut arus lalu lintas di jalur arteri Jawa Barat mulai mengalami peningkatan hingga 20 persen. Ia berpesan agar pemudik tak membawa barang bawaan berlebih.

"Dari batas kemarin di jalur arteri, biasanya dari Bekasi, Karawang, sampai jalur selatan, sudah ada kenaikan 10-20 persen. Tapi jalan tol walaupun ada kenaikan tetapi belum terlalu banyak, kita belum ada contraflow, one way," kata Irjen Suntana saat meninjau kesiapan pengamanan di Pos Polisi Gadog Bogor, Selasa (26/4/2022).

Suntana memprediksi lonjakan volume kendaraan terjadi pada 27 April mendatang. "Kemarin kita uji coba ganjil genap untuk kita terapkan berikutnya. Kemungkinan mulai 27 malam kemungkinan terjadi kepadatan ya. Tapi imabauan pemerintah kepada masyarakat untuk mendahului mudik, ini juga diikuti oleh beberapa masyarakat, beberapa jalur seperti saya sampaikan sudah mengalami peningkatan kepadatan," kata Suntana.

Suntana menyebutkan, sebanyak 239 pos pengamanan, pelayanan dan terpadu, dibentuk di Jawa Barat. Posko itu dibentuk untuk membantu kelancaran arus mudik dan libur lebaran di Jawa Barat.

"Pada kesempatan ini izinkan saya melaporkan situasi umum di Polda Jabar adalah relatif kondusif, kesiapan untuk melayani masyarakat sudah tergelar pos pengamanan, pos pelayanannya dan pos terpadu sebanyak 239," Irjen Suntana.

"Silakan datangi pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu yang ada jadi tempat istirahat dan manfaatkan sentra-sentra vaksinasi bagi masyarakat yang belum vaksin," kata Suntana.

Suntana menyarankan kepada masyarakat yang akan menikmati masa mudik atau masa liburan untuk menjaga kesehatan dan menyiapkan kendaraan yang digunakan.

"Tidak membawa beban yang berlebihan, baik orang maupun barang, lalu ikuti peraturan lalulintas, dan kalau capek tidak usah memaksakan diri. Manfaatkan pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu jadi tempat istirahat," kata Suntana.

(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT