7 Korban Luka dari Desa Terisolir Dievakuasi dengan Heli
Selasa, 30 Mei 2006 13:38 WIB
Yogyakarta -
Tim TNI AL dan Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil menyisir desa-desa terisolir di Kabupaten Bantul. Hasilnya, hingga pukul 13.30 WIB, Selasa (30/5/2006), ditemukan tujuh korban luka yang belum tertangani tim medis. Lantas, ketujuh korban dievakuasi menggunakan helikopter. Ketujuh pasien itu diangkut dengan heli menuju Rumah Sakit (RS) Lapangan TNI AL di Gedung Olahraga, Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Karangmalang, Yogya. Hingga kini, penyisiran korban di desa-desa terisolir masih dilakukan oleh TNI AL dan Basarnas. Para korban luka itu ditemukan antara lain di Girisubo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul dan Dusun Keringan, Desa Canden, Jetis, Bantul. Juga ada korban luka yang ditemukan di Imogiri, Bantul. Sebagian besar korban mengalami luka patah tulang. Mereka juga mengalami shock dan trauma. Sebagian besar korban adalah perempuan yang sudah berusia sepuh. Ada juga lelaki yang masih berusia muda yang mengalami patah kaki. Dari desa terisolir itu, para korban dibawa menuju titik terdekat pendaratan heli dan kemudian diangkut menuju RS Lapangan di Kampus UNY. Setiap heli mengangkut dua pasien. Hingga sekarang, Marinir TNI AL masih menyiapkan sedikitnya 4 buah truk di beberapa titik di desa terisolir untuk mengevakuasi para korban. Antara lain di Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri dan Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul. Menurut koordinator RS Lapangan, Kolonel IGW Asmara, sejak H+1 TNI AL sudah mendirikan RS Lapangan di kampus UNY. Sedikitnya, 60 personel kesehatan dari Korps Marinir disiagakan di RS maupun di titik-titik posko. Saat ini, RS Lapangan menangani para korban traumatik dan melakukan operasi bedah terhadap para pasien. Saat ini, ada 61 pasien yang dirawat di RS Lapangan. Selain dari TNI AL, RS Lapangan dibantu tenaga medis dari PT Newmont, PT Freeport dan PT Antam. Hari ini, menurut Asmara, pihaknya akan menambah personel bantuan dari RSAL dr Ramlan Surabaya beserta tenaga medis lengkap. "Mereka akan ditugaskan di dua titik posko untuk menjemput para korban dan menangani tindakan penanganan pertama. Bila masih dirasakan belum cukup langsung dirujuk ke RS Lapangan," kata dia.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































