Legislator Sumut Geram Pipa Gas SMGP di Madina Bocor Lagi: Patut Diaudit

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 19:09 WIB
Politikus PKB Marwan Dasopang (Tsarina/detikcom)
Politikus PKB Marwan Dasopang (Dok. detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR RI dapil Sumatera Utara (Sumut) II, Marwan Dasopang, geram karena insiden kebocoran pipa gas PT SMGP di Mandailing Natal (Madina) terjadi lagi. Marwan meminta PT SMGP di Madina diaudit menyeluruh.

"Saya pikir ini kejadian ketiga kali, membawa korban. Ini saya kira sudah patut dilakukan audit yang menyeluruh," kata Marwan kepada wartawan, Senin (25/4/2022).

"Langkah untuk mengaudit ini, maka harus berhenti dulu operasional," imbuhnya.

Marwan kesal karena, menurutnya, masalah kebocoran pipa sebelumnya belum terselesaikan. Pimpinan Komisi VIII DPR itu menyindir keberadaan SMGP justru membahayakan masyarakat.

"Persoalan masa lalu saja belum selesai, sudah ada persoalan baru dengan kejadian yang sama, kebocoran. Kalau yang kita harapkan berdampak bagi masyarakat, ini malah jadi berbahaya," katanya.

Untuk diketahui, insiden serupa pernah terjadi pada pertengahan Maret lalu. Sebanyak 47 warga Madina, Sumut, diduga keracunan gas dari pipa yang bocor milik PT SMGP. Peristiwa ini juga pernah terjadi di sekitar PT SMGP pada 2021.

Marwan meminta agar kelayakan infrastruktur SMGP diaudit. Dia juga mewanti-wanti agar masalah munculkan korban akibat insiden pipa bocor itu juga diselesaikan.

"Harus ada audit baru itu layak, nggak, beroperasional. Itu infrastrukturnya memadai nggak. Sementara langkah-langkah selanjutnya, korban kejadian yang 3 kali ini harus diselesaikan dengan masyarakat," ujar anggota DPR Fraksi PKB itu.

Diberitakan sebelumnya, 13 warga Madina dilarikan ke rumah sakit karena keracunan paparan gas H2S yang keluar dari pipa milik PT SMGP di Madina Sumut. Belasan warga tersebut sudah dievakuasi.

"Polda Sumut dan Polres Madina evakuasi warga yang terdampak semburan sumur SMGP. Langkah awal adalah evakuasi warga yang terdampak," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan, Minggu (24/4).

(fca/zak)