Gedung Gramedia Yogya Sekarat, Warga Dilarang Melintas

Gedung Gramedia Yogya Sekarat, Warga Dilarang Melintas

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 11:30 WIB
Yogyakarta - Belum roboh sepenuhnya. Begitulah kondisi gedung Gramedia Book Store di Jl Jenderal Sudirman, Yogyakarta. Karena rawan bahaya, warga pun dilarang melintasi bangunan sekarat itu.Di bagian atap Gramedia terdapat 4 segitiga yang terbuat dari beton bercat putih. Masing-masing segitiga seberat 15 ton.Akibat gempa 5,9 Skala Richter pada 27 Mei, 1 dari 4 segitiga itu tumbang di sisi utara dan jatuh ke halaman, merusak halaman batako sedalam 30 cm.2 Segitiga lainnya di sisi utara dan timur nyaris roboh dan sudah menghadap ke bawah. Sedangkan satunya lagi di bagian selatan masih kokoh.Untuk mengantisipasi tidak jatuhnya korban, warga di sekitar dan juga karyawan berencana merobohkan bangunan 3 lantai tersebut.Namun pihak Gramedia belum bisa memperkirakan kapan perobohan akan dilakukan, karena masih memperhitungkan kesiapan teknis."Kami akan melakukannya step by step untuk menyingkirkan segitiga tersebut. Ini demi keselamatan lingkungan di sekitar gedung," kata Edhi W, supervisor penjualan Gramedia.Jl Jenderal Sudirman terbilang jalan utama yang padat lalu lintas. Sehingga banyak warga dan pengguna jalan yang lalu lalang.Sisi timur gedung menghadap ke Jl Suroto, Kotabaru. Jalan ini ditutup demi keamanan. Sisi barat gedung menghadap toko olahraga bola milik Gramedia yang masih utuh."Perobohan bangunan diupayakan tidak merusak bangunan lain dan mengganggu fasilitas publik. Mungkin dalam satu dua hari proyek perobohan bisa dilakukan. Tapi yang penting siap dulu dalam perhitungan teknis," ujar Edhi.Soal dana, dia mengaku tidak tahu secara pasti. Namun Gramedia tidak mengalokasikan dana secara khusus."Kami tidak bisa mengestimasi dana untuk proyek ini, yang penting keselamatan warga sekitar," kata Edhi.Kini gedung Gramedia disegel dan di sisi timur ditutup polres setempat. Warga dilarang melintas.Untuk mengangkat 2 segitiga yang nyaris roboh, Gramedia menyewa 2 crane dari Semarang yang bisa mengangkat beban maksimal 50 ton.Untuk menjaga kemungkinan terburuk, misalnya segitiga itu jatuh lebih dulu, Gramedia sudah menumpuk ban dan bambu di sisi timur untuk meredam getaran dan mengurangi kerusakan.Sedangkan untuk sisi barat, Gramedia masih kebingungan mengantisipasi kerusakan karena ada toko olahraga bola. (sss/)


Berita Terkait