Suara Mahasiswa

Partai Mahasiswa Indonesia Dinilai Malah Bikin Perpecahan

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 11:14 WIB
Angga Panusunan Siregar, Koordinator Pusat FL2MI. (Dok FL2MI)
Angga Panusunan Siregar, Koordinator Pusat FL2MI. (Dok FL2MI)
Jakarta -

Partai Mahasiswa Indonesia sudah diakui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kelompok legislatif mahasiswa menilai Partai Mahasiswa Indonesia justru berpotensi merusak persatuan pergerakan mahasiswa.

Hal ini disampaikan oleh Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) dalam keterangan tertulis, Senin (25/4/2022). Pencantuman nama 'mahasiswa' dalam suatu partai menjadi problematis.

"Penamaan partai mahasiswa itu tidak menggambarkan representasi, karena tentu kami bagian mahasiswa banyak yang menolak dan ini malah dapat membuat rongga perpecahan di kalangan mahasiswa. Bagaimana mau ngomong mewakili keresahan rakyat?" kata Koordinator Pusat FL2MI, Angga Panusunan Siregar, Senin (25/4/2022).

Partai Mahasiswa Indonesia sudah mendapatkan Nomor Keputusan Menkumham, yakni M.HH-6.AH.11.01 TAHUN 2022 Tanggal 21 Januari 2022. Mengetahui informasi tersebut, Panusunan Siregar tidak menyangka. Menurutnya, mahasiswa tak perlu berpolitik praktis kepartaian. Mahasiswa punya cara tersendiri dalam berpolitik.

"Selama ini mahasiswa punya formula tersendiri yang unik agar bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara ini. Tidak perlu terlibat dalam politik praktis. Karena ranah mahasiswa itu jelas. Menjadi penyeimbang sistem demokrasi antara tatanan elite politik pejabat pemerintah dan masyarakat pada umumnya," tutur mahasiswa hukum Universitas Riau kelahiran 1998 ini.

Dia mengecam dan menyayangkan penamaan partai ini yang mencantumkan nama 'mahasiswa'. Nama mahasiswa bisa rusak gara-gara partai.

"Bisa dikatakan itu sebuah pengkhianatan atas gerakan besar mahasiswa sebagai kontrol sosial," kata dia.

Mahasiswa pembuat partai tersebut, menurutnya, sudah terjangkiti virus pragmatisme politik. Di sisi lain, kemunculan partai dia nilai didorong oleh donatur di belakangnya.

(dnu/tor)