Cerita Lansia Saksikan Pasar Gembrong Kebakaran, Panik Tak Bisa Lari Kencang

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 10:04 WIB
Saneri (65) menceritakan detik-detik Pasar Gembrong di Jaktim kebakaran (Wilda/detikcom)
Saneri (65) menceritakan detik-detik Pasar Gembrong di Jaktim kebakaran. (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Kebakaran dahsyat melanda Pasar Gembrong, Jakarta Timur (Jaktim). Salah seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Saneri (65) menceritakan detik-detik api melahap rumah dan seisinya.

Saneri menjelaskan pada pukul 20.00 WIB malam tadi, dirinya tengah duduk-duduk di teras rumah. Tiba-tiba, ia mendengar suara warga yang berteriak 'api' sambil berlarian.

"Iya lagi duduk, habis Tarawih, ayo-ayo ada api, kirain mah gas, itu dari listrik dari atas nggak tahunya saya ngambil baju dikit saja sudah 'duar' keluar semua pada lari," kata Saneri di Pasar Gembrong, Senin (25/4/2022).

Saneri mengaku saat itu panik. Dia merasa tak tahu harus minta tolong kepada siapa karena tidak bisa berlari kencang.

"Saya sendirian. Cucu tidak tahu ke mana, cucu umurnya 15 tahun," katanya.

Sambil menitikkan air mata, Saneri mengaku saat kejadian hanya bisa pasrah. Saneri berlari semampunya untuk bisa menyelamatkan diri.

"Lari juga boro-boro kencang, naik ke sini, rumah di tengah-tengah," tutur Saneri.

Dia saat ini memohon bantuan pemerintah. Dia membutuhkan pakaian dan makanan.

"Mana mau Lebaran ya Allah, buat kebutuhan bagaimana, saya memohon bantuan ke pemerintah ini baju, makanan," kata Saneri.

Diketahui, kebakaran hebat melanda Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Pemadam kebakaran mencatat jumlah korban jiwa sebanyak 45 KK atau sekitar 1.000 jiwa.

"450 KK, 1.000 jiwa (5 RT) terdampak," kata Kasiops Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaiman, dalam keterangannya, Senin (25/4).

Kebakaran hebat itu menghanguskan 400 bangunan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

"400 bangunan (rumah & pertokoan) RT 2, 3, 4, 5 dan 6 RW 01, kerugian ditaksir mencapai kurang-lebih Rp 1,5 miliar," ujar Gatot.

Diduga Korsleting Listrik

Dugaan sementara, kebakaran Pasar Gembrong disebabkan korsleting listrik yang berasal dari rumah warga.

"Korsleting listrik berawal dari rumah Ibu Rawinah di lantai 2," kata Gatot.

Gatot mengatakan pemilik rumah lantas langsung teriak meminta pertolongan. Namun api cepat menyambar karena banyak bangunan di sekitarnya terbuat dari kayu.

"Pemilik rumah teriak terjadi kebakaran dan warga berusaha memadamkan, api namun api cepat sekali membesar dan merembet ke sekitar karena bangunan sekitar terbuat dari kayu-kayu," ujarnya.

Simak video 'Anies Baswedan Peluk Korban Kebakaran Pasar Gembrong':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/drg)