Berlongdress, Merapi Masih Mengancam

Berlongdress, Merapi Masih Mengancam

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 11:09 WIB
Yogyakarta - Selatan sudah porak poranda, bahaya dari utara masih mengancam. Itulah kondisi Yogyakarta saat ini. Gunung Merapi sewaktu-waktu bisa njebluk.Kondisi Gunung Merapi hingga Selasa (30/5/2006) pukul 10.30 WIB, yang terlihat secara visual dari Pos Pengamatan Kaliurang terlilit kabut tebal. Kalau diistilahkan dalam bahasa para pengamat Merapi, Merapi sedang memakai longdress, alias tak nampak garis gunung hingga puncaknya sama sekali.Meski demikian, statusnya masih awas dengan embel-embel fluktuasi tinggi di atas normal. "Artinya, sewaktu-waktu bisa saja cepat berubah ada guguran lava pijar atau luncuran wedhus gembel baik yang kecil maupun besar," kata petugas Pos Merapi Kaliurang, Suryono.Bahaya yang paling dikhawatirkan memang awan panas. Gempa yang terjadi di Yogya bagian selatan, meski tak ada kaitannya dengan kondisi Gunung Merapi, diyakini bisa menjadi trigger terjadinya awan panas. "Seperti pada saat gempa terjadi, Merapi langsung mengeluarkan awan panas sejauh 4,5 km," tutur Suryono.Satu hal yang baru, sejak gempa tersebut, intensitas awan panas Merapi memang meningkat. Bahkan kini, arahnya tak hanya ke Kali Krasak dan Boyong di tenggara namun juga ke Kali Gendol yang mengarah ke selatan Gunung Merapi.Sementara itu data kegunungapian yang tercatat untuk hari ini, telah terjadi 96 kali guguran lava pijar, 7 kali gempa tektonik dan 10 kali munculnya awam panas. Lava pijar meluncur ke arah Kali Krasak, sementara awan panas menuju Kali Krasak dan Kali Boyong, sejauh 1 km. (asy/)


Berita Terkait