ADVERTISEMENT

Operasi Ketupat Lodaya di Bogor Dimajukan, 900 Personel Siap Amankan Mudik

Muchamad Sholihin - detikNews
Minggu, 24 Apr 2022 17:06 WIB
Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo (M Sholihin/detikcom)
Foto: Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo (M Sholihin/detikcom)
Bogor -

Sebanyak 900 personil gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP Kota Bogor disiagakan Operasi Ketupat Lodaya 2022. 7 pos pengamanan juga disiagakan, untuk memonitor dan memperlancar arus lalulintas di musim mudik dan libur lebaran.

"Baik, untuk kegiatan Operasi Ketupat Lodaya 2022 kita menerjunkan kekuatan penuh kita, ada 900 personil gabungan, baik unsur Pemkot Kota Bogor, TNI dan Polresta Bogor Kota," jelas Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo, Minggu (24/4/2022).

Kombes Susatyo mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya dilaksanakan satu pekan lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan yakni, 28 April 2022. Target operasi dalam Operasi Ketupat Lodaya 2022 yakni, Aspek Kesehatan, kelancaran, keamanan dan aspek ekonomi.

"Kami dari Pemkot, Polresta Bogor Kota, Kodim 0621 Kota Bogor akan melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya, ini memang dimajukan lebih cepat, yang seharusnya tanggal 28. Mengingat situasi di jalanan sudah mulai ada peningkatan," kata Susatyo.

"Sehingga ada 4 aspek yang menjadi target objek operasi, aspek kesehatan, aspek kelancaran, aspek keamanan dan aspek ekonomi," tambahnya.

Dari aspek kesehatan, kata Susatyo, percepatan vaksinasi booster di 70 sentra vaksinasi terus dilakukan agar masyarakat Kota Bogor semakin siap menghadapi situasi pasca mudik. Dari aspek kelancaran lalulintas, 7 pos pengamanan didirikan di jalur-utama dan perbatasan Kota Bogor.

"Aspek keamanan, seperti sudah disampaikan oleh Pak Wali (Wali Kota Bogor Bima Arya), bahwa RT/RW semua akan menjaga lingkungannya bersama. Sedangkan dari aspek ekonomi kita bersama-sama memastikan tidak ada panic buying, semua kebutuhan bisa dipenuhi dan kita terus berkoordinasi dengan pusat," beber Susatyo.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, kewaspadaan tetap ditingkatkan terutama dari aspek kesehatan. Ia juga mewanti-wanti peningkatan arus kendaraan ketika momen arus balik.

"Imbauan kita selalu sama setiap tahun ya, masuk melalui jalur pemerintahan, mulai RT/RW, untuk memastikan pengawasan bersama-sama. Aktivasi bagi yang tidak mudikya, termasuk Balai Kota pun sudah ditradisikan piket, untuk mengantisipasi, selalu memonitor keadaan, rumah sakit juga selalu siaga," tandas Bima.

"Terkait vaksin booster, bukan berarti menjelang mudik booster berhenti ya. Booster terus dilakukan, nanti setelah lebaran juga terus, saat ini sudah sekitar 30 persen dan kita target di angka 40-50 persen jelang mudik," tambah Bima.

(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT