Gerindra: Yang Tak Sepemikiran dengan Partai Mahasiswa Boleh Bikin Partai

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 24 Apr 2022 08:07 WIB
Habiburokhman (Dok. Habiburokhman)
Habiburokhman (Dok. Habiburokhman)
Jakarta -

Partai Mahasiswa Indonesia telah resmi disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Partai Gerindra mengatakan siapa pun berhak mendirikan partai politik sesuai dengan undang-undang.

"Kita menghormati hak konstitusi mereka untuk berorganisasi. Di negara ini, siapa saja berhak untuk mendirikan partai politik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," kata juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, saat dihubungi Sabtu (23/4/2022).

Dia menilai mahasiswa yang tidak sependapat dengan Partai Mahasiswa Indonesia juga dapat mendirikan partai sendiri. Namun dapat juga bergabung dengan partai yang telah ada.

"Bagi mahasiswa yang merasa tidak satu pemikiran dengan partai tersebut boleh saja mendirikan partai sendiri atau bergabung dengan partai politik lain yang sudah ada seperti Gerindra," kata Habiburokhman.

"Saya sendiri bekas aktivis mahasiswa, saya paham betul bahwa langkah paling konkret untuk mewujudkan idealisme mahasiswa adalah dengan bergabung ke partai politik dan masuk parlemen," tuturnya.

Terkait Ketua Umum Partai Nusantara Eko Pratama yang berasal dari kubu BEM Nusantara yang pernah menemui Wiranto. Habiburokhman menilai hal tersebut merupakan hak masing-masing dalam menentukan sikap politik.

"Itu juga hak mereka untuk menentukan sikap politik, silakan saja," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, dalam surat Penyampaian Data Partai Politik yang Telah Berbadan Hukum dari Kemenkumham, tercantum data Partai Mahasiswa Indonesia, memang benar ada Partai Mahasiswa Indonesia yang diakui negara. Di dokumen ini tertulis Nomor Keputusan Menteri Hukum dan HAM untuk Partai Mahasiswa Indonesia, yakni M.HH-6.AH.11.01 TAHUN 2022 Tanggal 21 Januari 2022.

Partai Mahasiswa Indonesia dipimpin oleh Eko Pratama, yang juga Koordinator Pusat BEM Nusantara. BEM Nusantara kubu Eko adalah kubu yang menemui Wiranto, 8 April lalu, sebelum demonstrasi mahasiswa BEM SI 11 April. Kala itu, BEM Nusantara pimpinan Eko memilih tidak ikut turun ke jalan pada 11 April.

Lihat Video: Kata BEM Nusantara Kubu Dimas soal Partai Mahasiswa

[Gambas:Video 20detik]




(dwia/dnu)