Susi Pudjiastuti-Alissa Wahid Merespons Tsamara, Curhat Pernah Disebut Kadrun

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 21:50 WIB
Tsamara Amany Tetap Cari Duren Saat di New York
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)
Jakarta -

Tsamara Amany berang karena disebut kadrun di media sosial. Cuitannya itu kemudian mendapat banyak respons, salah satunya dari eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang curhat dirinya pernah menyandang 'gelar' serupa.

Dilihat di akun resmi Twitter pribadinya, @susipudjiastuti, Jumat (22/4/2022), dia berkilas balik pada momentum aksi 212 yang digelar sejak beberapa tahun lalu. Dia mengatakan sempat dijuluki sebagai lobster gurun dan kadrun PKI.

"Mereka tuduh saya biayain 20 bus pendemo 212 dari Pangandaran (kota saya tinggal) gara-gara ada video gubernur yang ikut 212 yang omong sama dia orang Pangandaran infak berangkat 20 bus. Padahal media juga sudah investigasi dan klarifikasi ini tidak benar," cuit Susi. Cuitan Susi telah disesuaikan dengan ejaan yang berlaku.

"Tapi ya itulah apa saja bisa, tidak di dalam dan ikutan. Sedikit berbeda cara pandang, Anda akan dicap kadrun. Saya bahkan dapat 2 julukan, lobster gurun, satu lagi kadrun PKI," tulisnya.

Selain itu, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia yang juga Ketua PBNU, Alissa Qotrunnada Wahid, menceritakan sudah pernah dicap banyak julukan, salah satunya kadrun.

"Saya sudah pernah disebut cebong. Saya juga sudah pernah disebut kadrun oleh pendukung Pak Jokowi. Eh, sudah pernah semua, ding. Disebut kampret juga sudah, buzzeRp juga sudah," cuit Alissa Wahid (@AlissaWahid), dilihat, Jumat (22/4).

Sebelumnya, viral cuitan Tsamara yang menunjukkan dirinya mendapat 'serangan' setelah keputusannya pamit dari PSI. Tsamara mendapat serangan berupa komentar dari sebuah akun di Instagram. Tsamara disebut kembali ke habitat aslinya sebagai kadrun oleh akun dimaksud.

Berikut ini bunyi komentar (ejaan sudah disesuaikan) yang diunggah Tsamara:

Dia kan genetikanya ada bau-bau gurun pasir jadi tidak betah dengan hal-hal yang berbau nasionalis jadi dia kembali ke habitat aslinya yaitu kadrun. Jika saya yang memegang otoritas tertinggi di Indonesia saya akan mengeluarkan dekrit untuk memerintah angkatan bersenjata kita untuk mengirim seluruh para keturunan imigran Arab Yaman tanpa reserveā€¬ yang ada di Indonesia untuk dikirim ke camp solusi final akhir dan saya pastikan akan jauh ekstrem apa yang pernah dilakukan Nazi Jerman terhadap orang Yahudi.

Tsamara begitu berang dengan komentar tersebut. Mantan Ketua DPP PSI itu lalu mengunggah tangkapan layar (screenshot) komentar dimaksud di Twitter.

Screenshot komentar tersebut diunggah melalui akun Twitter pribadi Tsamara @TsamaraDKI, seperti dilihat detikcom, Jumat (22/4). Dalam cuitan Tsamara menganggap komentar tersebut menunjukkan fasisme.

Dalam cuitannya, Tsamara juga me-mention akun Divisi Humas Polri. Dia menganggap komentar dimaksud sudah keterlaluan.

"Halo, tolong @DivHumas_Polri. Ini keterlaluan. Bukan nasionalisme. Jelas fasisme," cuit Tsamara. Cuitan Tsamara telah disesuaikan dengan ejaan yang berlaku.

(fca/drg)