Keraton dan Mesjid Yogyakarta Dipenuhi Pengungsi
Senin, 29 Mei 2006 23:19 WIB
Yogyakarta - Malam ini sekitar 700 warga tidur di Pagelaran Keraton Yogyakrata dan di serambi Mesjid Agung Yogyakarta.Mereka memilih menginap di pagelaran dan di Mesjid Agung karena masih trauma dengan gempa Sabtu (27/5/2005) lalu. Alasan lainnya, warga banyak yang sudah tidak memiliki tepat tinggal, sehingga mereka terpaksa mengungsi ke Keraton Yogyakarta dan Mesjid Agung.Sebelumnya, dua hari yang lalu ribuan orang menginap. Sultan Hamengku Buwono X pun sudah mengizinkan warga untuk menginap di sana. Warga yang mengungsi sebagian besar berasal dari Kabupaten Bantul. Mereka datang sekitar pukul 18.00 WIB namun ketika siang menjelang mereka kembali pulang ke rumah masing-masing untuk membereskan reruntuhan rumah.Di Keraton Yogya, bantuan makanan dan logistik ditangani oleh PPWKY (Persatuan Pemandu Wisata Keraton Yogyakarta)PPWKY mengaku mendapatkan bantuan dana dari masyarakat baik individu maupun kelompok, dan dari pihak kecamatan. Namun bantuan dari pemerintah daerah dan pusat belum mereka dapatkan. "Kita sudah minta bantuan ke Satkorlak cuma karena prosesnya berbelit dan ketika kita minta bantuan, sudah habis, akhirnya kami memutuskan untuk mencari bantuan sendiri," ujar Ketua PPWKY Indro Warsito kepada detikcom, di Keraton Yogyakarta, Senin (29/5/2006).Menurut salah seorang pengungsi Iwan (30), dia beserta istri dan anaknya yang masih balita terpaksa mengungsi karena rumahnya di Bantul rusak berat.Sedangkan Badari (50) beserta istri dan anaknya yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung mengaku kos-kosanya di daerah Tungkak, runtuh dan dia tidak memiliki tempat tinggal lagi.Badari yang berasal dari Ciamis pun tidak menampik makanan gratis sebagai alasan untuk menginap di Keraton. Sementara kalau menjelang siang Badari dan keluarga berteduh di pohon beringin yang terletak di Keraton.Sementara itu warga yang mempunyai mobil juga iktu mengungsi di Mesjid, karena rumah mereka sudah hancur. Dari pihak pengurus masjid hanya menyediakan air meineral untuk para pengungsi.
(ddn/)











































