Polisi: Bocah Gelandangan Tewas Karena Kecelakaan
Senin, 29 Mei 2006 20:15 WIB
Jakarta - Kasus tewasnya bocah gelandangan Permana (12), diduga akibat adanya unsur kekerasan oleh oknum polisi.Komnas Perlindungan Anak (PA) pun melaporkan kejadian itu kepada Polsek Cakung, Jakarta Timur.Namun, berdasarkan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) pihak kepolisian meyakini jika kematian Permana murni karena kecelakaan. "Kami telah melakukan penyelidikan di tempat perkara dan hasilnya korban tewas karena kecelakaan," kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cakung Iptu Sapto ketika dihubungi wartawan, Senin (29/5/2006).Namun dia menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan ulang bila Komnas PA memiliki saksi yang dapat membuktikan tewasnya Permana akibat tindakan oknum polisi."Kalau memang Komnas PA punya saksi, berikan pada kami, supaya bisa diselidiki lebih jauh," ujarnya.Sekjen Komnas PA Arief Merdeka Sirait mengatakan Komnas PA meminta polisi tetap mengusut kasus ini."Tapi berdasarkan penyelidikan menurut mereka ini kecelakaan biasa, padahal kami memiliki dua saksi," ujarnya,Seperti diberitakan sebelumnya, Permana diduga tewas karena ditendang ke luar kereta oleh oknum polisi berinisial BD. BD saat itu menangkap Permana yang sehari-hari biasa mencari uang dengan cara menyapu gerbong kereta api Sawunggalih jurusan Pasar Senen-Kutoarjo.Sementara itu pihak PT KA melalui Kahumas Daop I Ahmad Sujadi menegaskan PT KA akan melakukan pemeriksaan terhadap petugas pengamanan yang mengawal kereta api. Ahmad memastikan petugas polisi itu berasal dari Kutoarjo, Jateng.Gelandangan yang sering mangkal di atas kereta menurut Ahmad memang kerap kali membuat penumpang kesal."Dan yang di bawah umur jumlahnya puluhan, penumpang tahunya petugas harus bertindak, karena itu kami minta semua dinas melakukan penindakan bukan hanya kami," ujarnya.
(ddn/)











































