1.000 WNI Dievakuasi dari Dili
Senin, 29 Mei 2006 19:44 WIB
Kupang - Lebih dari 1.000 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi TNI AU dari Dili, Timor Leste dalam tiga hari terakhir, setelah situasi keamanan di negara itu makin tidak menentu. Mereka dievakuasi oleh TNI AU dengan menggunakan pesawat Hercules dari bandara udara internasional Nicolao Lobato, Dili ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara WNI yang masih terjebak di dalam Kota Dili dan beberapa distrik sekitarnya mencapai 2.000 lebih. Pemerintah Indonesia terus berupaya agar semua WNI dievakuasi ke Kupang, guna menghindari kemungkinan situasi yang terus memburuk.Para WNI yang tiba di Kupang, ditampung di arena promosi kerajinan rakyat Fatululi, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Sebagian di antaranya adalah anak-anak dan masih dalam kondisi lemah. Separuhnya trauma akibat tekanan yang dialami selama berada di tengah-tengah konflik dan pertempuran antara kelompok pemberontak dan aparat keamanan pro pemerintah sehingga sulit berkomunikasi. Proses evakuasi terhadap para WNI berlangsung sejak Sabtu lalu. Budiman Setiayadi, salah satu WNI yang ditemui di lokasi penampungan, mengatakan, dirinya berhasil lolos ke KBRI di Dili, setelah hampir sepekan bersembunyi di tengah-tengah desingan peluru dan pertempuran antara para pemberontak."Saya terpaksa ikut menyamar sebagai nelayan dan menggunakan perahu layar untuk menjangkau ke KBRI. Saya menetap di Dili bagian Timur dan bekerja sebagai penjaga toko. Beruntung saya bisa lolos ke Kupang untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke Jawa Barat," kata Budiman. Sementara Perwira Penghubung Polri di KBRI Dili, Minton Mariaty Simanjuntak, yang dikonfirmasi di Dili, Senin (29/5/2006) mengatakan, pihaknya terus mengimbau seluruh WNI di negara itu agar secepatnya mendaftarkan diri di KBRI untuk dievakuasi ke Indonesia.Gelombang pertama evakuasi yang dilakukan TNI AU Sabtu dan Minggu sebanyak 750 WNI dan Senin (29/5/2006) sebanyak 250 orang. "Semua WNI yang masih terjebak di tengah konflik diminta agar datang ke KBRI pada kesempatan pertama," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTT, Frans Salim yang dikonfirmasi terpisah menegaskan, semua WNI yang dievakuasi ke Kupang mendapat pelayanan kesehatan dan mendapat makanan dari dapur umum yang disediakan para relawan. "Banyak yang langsung meneruskan perjalanan ke daerah asalnya. Lainnya menunggu jemputan keluarga," katanya.Keterangan Foto:Para WNI yang baru saja dievakuasi ke Bandara Eltari, Kupang.
(asy/)











































