SBY Lebih Dominan Urusi Gempa Yogya Dibanding Kalla
Senin, 29 Mei 2006 17:00 WIB
Jakarta - Sejak tragedi gempa bumi dengan kekuatan 5.9 Skala Richter menimpa wilayah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah Sabtu (27/5/2006) lalu, Presiden SBY terlihat lebih sibuk mengurusi penanganan bencana alam ini dibanding Wakil Presiden Jusuf Kalla. Padahal, Jusuf Kalla sebenarnya yang menjadi Ketua Badan Kordinasi Nasional (Bakornas) Bencana Alam. Presiden SBY langsung terbang ke Yogyakarta beberapa jam setelah terjadi gempa pada hari kejadian. Bahkan, hingga saat ini, Presiden masih membuka kantor sementara di Yogya untuk memimpin penanganan gempa cukup dahsyat itu. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga hari ini, Senin (29/5/2006) belum juga bertandang ke Yogyakarta. Informasi yang beredar, Kalla sempat akan berangkat ke Yogya langsung setelah pulang dari lawatan ke Jepang pada Sabtu (27/5/2006) lalu. Namun, rencana itu batal. Akhirnya hingga sekarang, Kalla hanya melakukan koordinasi penanganan gempa dari Jakarta. Meski SBY lebih dominan dibanding dalam menangani gempa, Denny JA menilai hal ini tidak ada keterkaitan dengan masalah trik politik keduanya. "Ini bukan persaingan politik antara SBY dengan Jusuf Kalla, karena ini bukan lagi eranya kampanye, tapi hanya pembagian kerja antara Presiden dengan Wapres,", kata Denny. Namun, Denny menilai, tindakan SBY yang sampai membuka kantor di Yogya sebagai sikap yang terlampau berlebihan. "Seharusnya SBY cukup melakukan kunjungan simbolik saja 1 hari ke Yogya, tidak perlu sampai berhari-hari. Selebihnya biar diserahkan penanganannya kepada Menko Kesra dan menteri-menteri lain yang terkait," ujar Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ini saat dihubungi detikcom, Senin (27/5/2006). Namun demikian, Denny tidak melihat apa yang dilakukan SBY itu sebagai bentuk kampanye politik terselubung. Hanya saja, Denny memaklumi tindakan SBY sebagai upaya untuk menaikkan kembali citranya yang sempat menurun akibat kebijakannya yang tidak populer untuk menaikkan BBM. "Yang terpenting saat ini adalah kebijakan kongkrit dilapangan sehingga efektif. Kebijakan-kebijakan tersebut dapat dikordinasikan di Jakarta tanpa harus terjun langsung selama berhari-hari ke lokasi bencana".lanjut Denny Denny menyambut positif kebijakan SBY yang tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tapi juga mengajak kalangan profesional yang sudah berpengalaman dalam masalah ini untuk bersama-sama menangani korban bencana alam di Yogya.
(asy/)











































