Polisi Duga Adik Sembunyikan Aset Indra Kenz Rp 35 M Pakai Kripto

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 21 Apr 2022 16:45 WIB
Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Whisnu Hermawan, Mabes Polri, Senin (16/8/2021).
Brigjen Whisnu Hermawan (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Adik Indra Kenz, Nathania Kesuma, ditahan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri di kasus Binomo. Nathania Kesuma diduga menyembunyikan aset Indra Kenz senilai Rp 35 miliar dalam bentuk kripto.

"Tersangka Indra Kesuma membuat akun kripto di Indodax dengan tersangka Nathania Kesuma," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/4/2022).

"Terdapat aset kripto sekitar Rp 35.000.000.000 (Rp 35 miliar) dari tersangka Indra Kesuma," sambungnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan sebelumnya pernah menjelaskan bahwa Nathania Kesuma diduga membuka akun di exchanger Indodax. Akun itu diduga dibuka atas permintaan Indra Kenz.

Akun itu diduga dioperasikan oleh Nathania Kesuma, walau aset kriptonya milik Indra Kenz. Indodax merupakan platform jual-beli aset kripto terbesar di Indonesia.

"Atas permintaan dari saudara IK yang membuka akun di exchanger Indodax, di mana akun tersebut dioperasionalkan oleh saudara IK," kata Ramadhan.

Sebelumnya, Nathania Kesuma ditahan polisi. Polisi mengatakan Nathania Kesuma terancam 5 tahun penjara, sama seperti pacar Indra Kenz, Vanessa Khong, dan calon mertua Indra Kenz, Rudiyanto Pei.

"Iya, sama (dengan Vanessa Khong dan Rudiyanto Pei)," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/4).

Whisnu menjelaskan, Nathania Kesuma dijerat dengan Pasal 5 dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Terhadap tersangka tersangka Nathania Kesuma dipersangkakan Pasal 5 dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP," paparnya.

Berikut ini isi pasal berikut:

Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010:

Setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Simak Video 'Adik Indra Kenz Susul Vanessa Khong Ditahan di Rutan Bareskrim':

[Gambas:Video 20detik]

(drg/haf)