ADVERTISEMENT

Terungkap! Bripda D Ditembak Polisi Solo karena Dugaan Pemerasan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Apr 2022 14:47 WIB
Lokasi diduga TKP penembakan anggota Polres Wonogiri oleh tim Resmob Polresta Solo di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (20/4/2022).
Lokasi diduga TKP penembakan anggota Polres Wonogiri oleh tim Resmob Polresta Solo di Makamhaji, Kartasura. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Jakarta -

Polda Jawa Tengah mengungkap kronologi pemerasan yang dilakukan oleh komplotan Bripda D alias PPS, anggota kepolisian Wonogiri, terhadap seorang warga Laweyan, Kota Solo. Begini awal mulanya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy menjelaskan kronologi kejadian sejak korban berinisial WP (66) mengadu didatangi orang mengaku polisi. WP difitnah berselingkuh dan kemudian dimintai sejumlah uang oleh orang itu.

"Jadi modusnya itu komplotan pelaku mengintai orang yang check-in di hotel dan selanjutnya mendokumentasikan sasarannya dengan difoto saat bersama wanita ketika meninggalkan hotel," kata Iqbal seperti dilansir dari detikJateng, Kamis (21/4/2022).

"Berbekal foto tersebut, kemudian memeras korbannya dengan ancaman jika tidak menyerahkan sejumlah uang yang diminta, akan dilaporkan ke pihak berwajib," lanjutnya.

Awalnya pada 17 April 2022, empat orang, termasuk Bripda D, mendatangi rumah WP di Laweyan, Surakarta, dan mengaku polisi sembari menunjukkan lencana polisi. Korban dibawa masuk ke mobil Xenia dan kemudian dituduh berselingkuh.

"Korban didatangi oleh empat orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Polri dengan menunjukkan lencana kewenangan Polri, kemudian korban dibawa masuk ke mobil Daihatsu Xenia warna silver yang dikemudikan oleh tersangka. Di dalam mobil tersebut korban dituduh berbuat zina dengan menunjukkan foto korban keluar hotel bersama wanita," jelas Iqbal.

Simak selengkapnya di sini

Saksikan juga 'Viral Pria Ngaku Polisi Gebrak Ambulans Bawa Pasien di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT