Polri Minta Mahasiswa Demo di DPR-Istana Tertib: Bulan Suci Saling Hormati

ADVERTISEMENT

Polri Minta Mahasiswa Demo di DPR-Istana Tertib: Bulan Suci Saling Hormati

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 21 Apr 2022 10:17 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: dok. Polri)
Jakarta -

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) dan buruh akan menggelar demonstrasi hari ini di depan gedung DPR dan sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. Polri meminta massa demo dengan tertib untuk saling menghormati karena masih dalam situasi bulan suci Ramadan.

"Di tengah bulan suci Ramadan mari bersama-sama saling menghormati dan menjaga situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) Jakarta tetap kondusif," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/4/2022).

Dedi mengatakan pada prinsipnya masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Oleh karena itu, Polda Metro Jaya akan melayani dan mengawal demo mahasiswa hari ini.

"Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusi setiap warga yang dilindungi. Polda Metro sudah menyiapkan anggota untuk melayani, mengawal, dan mengamankan," tuturnya.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Indonesia akan menggelar demonstrasi hari ini. Mereka akan demo di 2 titik di Jakarta Pusat.

"Elemen mahasiswa dan buruh yang akan bergabung dalam aksi besok," ucap Ketua BEM UI Bayu Satria kepada detikcom, Rabu (20/4) malam.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Dua titik yang bakal menjadi lokasi demo, yakni sekitar Istana Negara dan depan gedung DPR. Bayu mengatakan demo hari ini akan menyampaikan tujuh tuntutan rakyat.

"Tujuh tuntutan rakyat untuk Presiden ke-7," katanya.

Berikut ini 7 tuntutan yang akan disampaikan di demo hari ini:

1. Tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi
3. Menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyarakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif
4. Wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis
5. Sahkan RUU pro rakyat, tolak RUU pro oligarki
6. Wujudkan reforma agraria sejati
7. Tuntaskan seluruh pelanggaran HAM.

(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT