Diizinkan Tinggalkan RS, Korban Gempa Malah Bingung
Senin, 29 Mei 2006 15:17 WIB
Sleman -
Sebagian korban gempa di wilayah Yogyakarta yang dirawat di RS dr Sardjito sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit karena kondisinya sudah membaik. Masalah baru muncul, karena mereka tidak punya rumah lagi. "Sebenarnya hari ini saya sudah boleh pulang, tapi nggak tahu mau ke mana, rumah saya sudah hancur," ujar Mbok Tukaryo lirih kepada detikcom di RS dr Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Senin (29/5/2006). Meski demikian, Mbok Tukaryo tetap akan pulang kembali ke daerah asalnya di Sewon, Bantul. Menurutnya, daripada tetap di rumah sakit lebih baik kembali ke rumahnya. "Yah gimana nanti saja, mungkin ikut sama tetangga dulu," kata Mbok Tukaryo. Dengan mulai diperbolehkannya sebagian pasien pulang, tumpukan pasien korban gempa yang dirawat di luar rumah sakit sudah berkurang. Pasien yang semula dirawat di luar gedung mulai dipindahkan perawatannya ke dalam rumah sakit. Saat ini jumlah pasien yang tercatat di RS dr Sardjito 1.050 orang. Namun jumlah ini terus bertambah karena pasien baru terus berdatangan. Mereka mendapat perawatan dari para relawan. Beberapa pasien terlihat mendapat infus, sementara yang lain hanya disuntik dengan obat pereda rasa sakit. Dari pantauan detikcom, jumlah pasien yang dirawat di luar bagian rumah sakit mencapai 200 orang di bawah enam buah tenda besar. Suasana terlihat semrawut akibat banyaknya keluarga pasien yang tinggal di pelataran rumah sakit. Mereka membawa barang seadanya, termasuk kasur untuk alas tidur yang masih terlihat ada bercak darahnya. Kesemrawutan makin bertambah dengan banyaknya pakaian yang dijemur oleh para keluarga korban.
(jul/)










































