Bermukim (Sementara) di Kuburan

Korban Gempa di Klaten

Bermukim (Sementara) di Kuburan

- detikNews
Senin, 29 Mei 2006 14:44 WIB
Klaten - Dalam keadaan sulit, siapa pun bisa melakukan hal-hal di luar dugaan. Buktinya, korban gempa di Klaten. Mereka tak takut ketika harus tinggal untuk sementara waktu di makam. Hiii...Demikianlah yang terjadi pada warga Dusun Sarap, Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Klaten. Sejumlah warga yang rumahnya hancur lebur akibat gempa menempati ruang mirip pos ronda di dalam kompleks makan desa setempat.Dalam pantuan detikcom, Senin (29/5/2006), di tempat tersebut ada beberapa kursi dan warga yang duduk-duduk sambil memandang lalu lalang kendaraan. Tampak juga sejumlah pakaian yang digantung di atap-atap. Tak hanya itu, warga juga mendirikan tenda warna oranye di luar kompleks makam. Beberapa perempuan dan anak-anak terlihat di dalamnya. Di luar tenda, sejumlah anak, orang renta, mengacung-acungkan kardus dan kaleng meminta belas kasihan pengendara."Takut? Ya tidaklah. Kita kan bareng-bareng di sini. Kalau masih takut, ya tidak dapat tempat tinggal," kata Sunarti kepada detikcom dengan kalem.Perempuan yang masih berstatus single itu mengatakan, menempati ruang dekat makam malah lebih aman jika dibandingkan dengan mendirikan tenda. Pasalnya, ruang itu masih kokoh berdiri dan tak porak-poranda karena hujan.Di beberapa lokasi, relawan dari ormas, parpol, dan kampus, terlihat mendirikan tenda yang lebih kuat. Namun jumlahnya masih sangat terbatas sehingga banyak warga yang tidak tertampung.Selain tenda, mereka juga tak mendapatkan makanan dan minuman secara layak. Di di beberapa ruas jalan Wedi menuju Gantiwarno sering terlihat warga yang makan mie instan dengan lahapnya. Kini, besok, atau lusa, sepertinya mereka tak tahu harus bagaimana. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads