Pagar Makam Raja Mataram Ambruk, Makam Panembahan Senopati Aman
Senin, 29 Mei 2006 12:57 WIB
Yogyakarta - Gempa 5,9 SR Sabtu (27/5/2006) juga meruntuhkan pagar (beteng) Makam-makam Raja Mataram. Namun, makam-makam raja, termasuk Panembahan Senopati aman. Bangunan masjid di kompleks makam-makam yang menjadi ikon kota Yogyakarta ini retak-retak. Kompleks makam ini berluas 3 hektar dan terletak di perbatasan antara Kotagede Yogyakarta dan Banguntapan, Bantul. Kompleks ini merupakan tempat pemakaman keluarga raja dan kraton. Warga biasa yang non-bangsawan tidak boleh dimakamkan di tempat ini. Pagar kompleks makam ini setinggi 3 meter dan terbuat dari tembok batu bata. Akibat goncangan gempa, berdasarkan pemantauan detikcom, Senin (29/5/2006) pukul 13.00 WIB, mayoritas pagar yang mengelilingi makam ini runtuh. Kompleks makam ini, ada beberapa bagian. Setelah pintu gerbang, ada bangunan masjid yang sudah cukup tua. Setelah itu, ada tempat pemandian raja-raja. Bagian dalam selanjutnya adalah empat pendopo. Bagian paling dalam adalah makam para raja dan keluarga raja. Selain pagar yang runtuh, gapura pintu masuk makam ini tampak retak. Masjid juga mengalami retak-retak, meski tidak parah. Sedangkan tempat pemandian aman-aman saja. Yang menarik, meski pagar makam runtuh, bangunan makam-makam para raja terlihat utuh. Hampir 100 persen bangunan makam para bangsawan ini tidak retak atau hancur. Termasuk makam Panembahan Senopati. Bangunan makam-makam para bangsawan ini terbuat dari tembok batu bata merah.
(asy/)











































