Cuitan 'Allahmu Lemah' Berujung Vonis 5 Bulan Bui Ferdinand Hutahaean

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Apr 2022 04:15 WIB
Jakarta -

Ferdinand Hutahaean divonis lima bulan penjara dalam perkara cuitan 'Allahmu lemah' di akun Twitter pribadinya. Hakim menolak pembelaan Ferdinand, yang mengaku mencuitkan kalimat SARA karena bisikan setan.

"Mengadili, menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyiarkan kebohongan yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat," kata hakim ketua Suparman Nyompa saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Selasa (19/4/2022).

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa berupa pidana 5 bulan penjara," imbuhnya.

Mantan politisi Partai Demokrat itu Ferdinand dinyatakan terbukti melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Vonis hakim ini sebenarnya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni 7 bulan.

Hakim menjelaskan hal yang memberatkan Ferdinand sehingga tak bisa lepas dari vonis penjara adalah perbuatannya meresahkan masyarakat. Ferdinand, kata hakim, publik figur yang tak memberi contoh baik.

"Keadaan yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan keresahan secara meluas dalam masyarakat, bahwa terdakwa sebagai publik figur tidak mencontoh yang baik kepada masyarakat," terang hakim ketua Suparman.

Sedangkan hal yang meringankan, hakim menilai Ferdinand bersikap sopan selama persidangan. Ferdinand belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

"Keadaan yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatannya," ungkap hakim.

Pembelaan 'Bisikan Setan' Ditolak

Hakim tidak menerima pembelaan Ferdinand soal dibisiki setan dalam pertimbangan vonisnya. Menurut hakim, Ferdinand secara intens aktif dan mencuit tentang kasus yang dialami Habib Bahar bin Smith.

"Bahwa hemat majelis hakim, alasan pembelaan Terdakwa tersebut tidak dapat diterima karena, jika memperhatikan kronologi atau urutan-urutan cuitan tweet sejak tanggal 3 Januari 2022 sampai tanggal 4 Januari 2022, Terdakwa sangat intens atau aktif mengunggah cuitan berkaitan dengan kasus yang dialami Bahar bin Smith," ungkap ketua majelis hakim.

Ferdinand HutahaeanFoto: Ferdinand Hutahaean jalani sidang kasus cuitan 'Allahmu lemah'. (Dwi Andayani/detikcom)

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.