Dua Begal Amaq Sinta di Lombok Terancam 12 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Apr 2022 16:43 WIB
salah satu tersangka pembegal amaq sinta, wahid.
Begal Amaq Sinta terancam 12 tahun bui (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kasus korban begal jadi tersangka di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat jadi sorotan kini telah rampung. Polda NTB mendapat apresiasi karena telah menghentikan penyidikan atas Amaq Sinta, korban pembegalan yang sempat dijadikan tersangka pembunuhan karena membunuh dua di antara 4 begal yang menyerangnya.

Kepolisian kini fokus pada proses hukum dua pelaku begal yang selamat, Wahid dan Holidi. Keduanya kini terancam hukuman 12 tahun penjara atas upaya pembegalan yang dilakukan terhadap Murtade alias Amaq Sinta.

"Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara," kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto dalam keterangannya seperti dikutip dari detikBali, Selasa (19/4/2022).

Kepada polisi, keduanya mengakui hendak melakukan pencurian dengan kekerasan atau begal bersama dua orang rekannya yang meninggal. Baik Wahid maupun Holidi telah ditahan polisi sejak awal kasus ini karena pengakuan mereka.

Meski kesaksian mereka juga sempat dijadikan dasar oleh Kepolisian Resor Lombok Tengah untuk menetapkan Amaq Sinta sebagai tersangka pembunuhan terhadap dua rekan mereka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Hari Brata mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang termasuk dua orang tersangka yang selamat, mereka telah merencanakan aksi pembegalan ketika sedang minum minuman keras di sebuah pasar di Praya Timur, Lombok Tengah.

Silakan baca berita selengkapnya di sini.

Simak video 'Perjalanan Panjang Amaq Sinta Melawan Begal':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/imk)