Ferdinand Hutahaean Pikir-pikir Ajukan Banding Vonis 5 Bulan Penjara

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 19 Apr 2022 16:27 WIB
Ferdinand Hutahaean menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Selasa (8/3/2022).
Ferdinand Hutahaean (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ferdinand Hutahean dinyatakan bersalah menyiarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat terkait cuitan 'Allahmu lemah'. Ferdinand menyatakan pikir-pikir untuk banding.

"Sementara itu ya kami pikir-pikir dulu, Yang Mulia," kata Ferdinand dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Selasa (19/4/2022).

Hakim ketua Suparman Nyompa lalu bertanya apakah jaksa penuntut umum juga akan melakukan upaya hukum terkait putusan ini. Jaksa menyebut akan pikir-pikir juga.

"Jaksa penuntut umun gimana sikapnya?" ujar hakim Suparman.

"Kami minta 7 hari untuk mikir-mikir, Yang Mulia," ujar hakim.

Hakim menyebut terdakwa dan jaksa penuntut umum memiliki waktu pikir-pikir selama 7 hari terhitung mulai besok. Hakim mengingatkan putusan ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Jadi sama-sama ya perkara ini belum mempunyai kekuatan hukum yang pasti," ujar hakim.

Diketahui, Ferdinand Hutahaean divonis 5 bulan penjara terkait kasus cuitan 'Allahmu lemah' di akun Twitternya. Ferdinand dinyatakan bersalah menyiarkan kebohongan dan menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

"Mengadili, menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyiarkan kebohongan yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat," kata hakim ketua Suparman Nyompa saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Selasa (19/4).

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa berupa pidana 5 bulan penjara," imbuhnya.

Ferdinand Hutahaean dinyatakan bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(whn/haf)