SBY Tinjau Kompleks Makam Raja-raja Imogiri

SBY Tinjau Kompleks Makam Raja-raja Imogiri

- detikNews
Senin, 29 Mei 2006 10:50 WIB
Yogyakarta - Salah satu kegiatan Presiden SBY dan rombongan selama di daerah bencana Yogyakarta adalah meninjau kompleks makam raja-raja Yogyakarta dan Surakarta di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Senin (29/5/2006). Di sela-sela meninjau, SBY akan melakukan salat di masjid di kawasan itu. Imogiri adalah salah satu kecamatan di Bantul yang paling parah terkena gempa, letaknya 9 km selatan Yogya. Pasar Imogiri rata dengan tanah. Sepanjang jalan Yogya-Imogiri, sungguh sulit menemukan bangunan yang berdiri tegak. Imogiri terkenal dengan kompleks makam raja-rajanya. Dalam musibah gempa 27 Mei, sebagian makam di kompleks ini mengalami kerusakan. Pendiri komplek makam raja-raja di Imogiri adalah Sultan Agung pada abad 16. Yang boleh dimakamkan di sini adalah raja-raja Mataram, Surakarta dan Yogyakarta beserta keluarganya. Raja Yogyakarta terakhir yang dimakamkan di sana adalah Sultan Hamengkubuwana IX, pada tahun 1988. Raja Surakarta terakhir adalah Sunan Pakubuwana XII pada tahun 2004.Makam ini dibangun di tempat yang tinggi karena merupakan simbol dari persatuan arwah dengan para leluhurnya serta para dewa (Tuhan). Tempat yang tinggi (puncak gunung) dipandang sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur dan para dewa. Dalam situs puri.co.id, dijelaskan, Bukit Imogiri mempunyai arti khusus sehingga makam Imogiri dibangun di sana. Tempat ini dulu sering dikunjungi oleh Sultan Agung untuk bertapa (bermeditasi). Makam Sultan Agung terletak di puncak bukit Imogiri, tempat tertinggi pada komplek makam ini. Makam Sultan Agung adalah makam yang paling penting karena pada masa hidupnya Sultan Agung punya peranan besar dalam sejarah Mataram. Selain itu, Sultan Agung dianggap memiliki kekuatan supranatural yang paling besar dibandingkan raja-raja lain yang dimakamkan di sini.Pintu masuk ke dalam cungkup Sultan Agung kecil dan ambang pintunya rendah. Pintu ini sengaja dibuat kecil sehingga orang hanya bisa masuk satu per satu ke dalam cungkup; ambang pintunya dibuat rendah supaya orang membungkuk jika mau masuk ke makam, sebagai tanda hormat kepada Sultan Agung yang dimakamkan di sana.Komplek makam Imogiri terdiri dari delapan komplek makam, yang paling utama adalah komplek Kasultanagungan dan komplek Pakubuwanan, kedua komplek ini berisi makam leluhur Kerajaan Yogyakarta dan Surakarta. Kerajaan Yogyakarta memiliki tiga komplek makam lain yang terletak di sebelah kiri komplek Kasultagungan dan komplek makam Pakubuwanan, sedangkan kerajaan Surakarta juga memiliki tiga komplek makam lain yang terletak di sebelah kanan komplek Kasultanagungan dan Pakubuwanan. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads