Legislator Minta Setop Polemik Penunjukan Maudy Ayunda Jubir G20

Gibran Maulana - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 11:50 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi
Foto: Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi. (Dok Pribadi).
Jakarta -

Pemerintah memilih aktris Maudy Ayunda sebagai juru bicara dalam forum presidensi G20 dikritik. Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri, Bobby Adhityo Rizaldi, membela penunjukan Maudy Ayunda sebagai jubir G20.

"Kita tidak boleh pre-judging, Kemenkominfo saya rasa juga sudah mempertimbangkan banyak hal dalam penunjukan ini, tidak akan mau risiko mempermalukan Indonesia," kata Bobby saat dikonfirmasi, Senin (18/4/2022).

Bobby tak sependapat dengan kritik yang mendera Maudy Ayunda. Bobby meminta semua pihak memberi kesempatan kepada Maudy Ayunda untuk membuktikan diri sembari mengungkit rekam jejak akademis pelantun 'Perahu Kertas' itu.

"Jadi berikan saja kesempatan pada Maudy Ayunda, yang jejak rekam akademisnya juga impresif," kata anggota DPR Fraksi Partai Golkar itu.

Bobby mendukung anak muda-anak muda Indonesia untuk mendunia. Dia meminta polemik penunjukan Maudy Ayunda menjadi jubir G20 disudahi saja.

"Dukung anak muda kita tampil di forum penting dunia. Tidak usah dipolemikkan anak muda kota atau desa, atau gender dan lain-lain," ujar Bobby.

Sebelumnya, Bloomberg memberitakan kritik terhadap penunjukan Maudy Ayunda sebagai jubir presidensi G20. Penunjukan ini menuai kritik karena pada pemerintahan Presiden Joko Widodo ada selebriti, pendiri startup sampai anak-anak konglomerat yang masuk dalam lingkaran tersebut untuk mempengaruhi generasi muda di Indonesia.

Maudy Ayunda dinilai tak memiliki pengalaman diplomatik atau di bidang ekonomi. Maudy juga dinilai tidak menanggapi pertanyaan terkait kehadian Presiden Rusia Vladimir Putin dan justru menjawab pertanyaan terkait kehidupan pribadinya.

Sementara itu, peneliti politik LIPI Wasisto Raharjo Jati mengungkapkan penunjukan Maudy sebagai upaya meredam kritik dari kaum muda terhadap isu-isu strategis seperti masalah pekerjaan dan pelayanan publik.

"Pemerintah lebih condong ke anak muda di perkotaan yang punya hak istimewa, sementara mengesampingkan anak muda yang berpenghasilan menengah ke bawah dan tinggal di pedesaan," kata dia dikutip dari Bloomberg, Senin (18/4).

Simak Video: Maudy Ayunda Ungkap Pemerintah Akan Gelar Digital Transformation Expo

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/imk)