Kompolnas Desak Kapolres Bangkalan Minta Maaf Petasan Rusak Rumah Warga

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 06:40 WIB
Warga di Jalan Kapten Syafiri, Kelurahan Bancaran, Kecamatan Bangkalan dikagetkan dentuman keras dari lapangan tembak Kodim. Ternyata, itu ledakan ribuan petasan yang dimusnahkan oleh Polres Bangkalan.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyesalkan pemusnahan petasan di Bangkalan, Jawa Timur akibatkan puluhan rumah warga rusak. Poengky meminta Kapolres Bangkalan meminta maaf dan ganti rugi kerusakan.

"Kapolres harus segera meminta maaf atas terjadinya peristiwa ini, dan segera mengganti kerugian yang ditimbulkan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujar Poengky saat dihubungi, Minggu (17/4/2022).

Poengky meminta ada evaluasi internal atas peristiwa tersebut. Termasuk apakah ada kesalahan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) saat pemusnahan petasan tersebut.

"Apakah ada kesalahan SOP? Kerja sama dengan Tim Gegana Brimob dalam pemusnahan tersebut sudah bagus, karena mereka adalah ahlinya. Tetapi jika ada kesalahan dalam penerapannya, maka seluruh proses harus dievaluasi dan diperbaiki," katanya.

Pemusnahan petasan dengan cara diledakkan, kata Poengky, bukan kali ini dilakukan polisi. Poengky menyebut beberapa tahun lalu ada peristiwa sama dan mengakibatkan kerusakan rumah warga.

"Saya ingat ada kasus serupa di tahun 2017, ketika Polres Kebumen memusnahkan petasan. Pada waktu itu di Kebuman terjadi ledakan dan merusak puluhan rumah warga, dan bahkan ada satu warga terpaksa dibawa ke rumah sakit akibat kaget mendengar bunyi ledakan petasan," ujarnya.

Poengky menyebut beberapa cara pemusnahan petasan di kepolisian yang lebih aman.

"Sementara, saya melihat praktik pemusnahan di polres-polres lainnya, ada yang menggunakan cara direndam air, ada pula yang dilintas road roller (stoomwals)," ujarnya.

Sebelumnya, Polres Bangkalan melakukan pemusnahan 24 ribu petasan dari hasil penyitaan dari pelaku pembuat petasan pada Jumat (15/4). Pemusnahan dilakukan karena petasan memiliki potensi meledak dan membahayakan orang di sekitar.

Akibat ledakan itu, 31 rumah warga mengalami kerusakan imbas dari pemusnahan 24 ribu petasan di lapangan tembak Kodim Bangkalan di Jalan Kapten Syafiri. Selain rumah warga, satu sekolah mengalami kerusakan akibat ledakan itu.

"Kami masih melakukan pendataan, sementara masih 31. Namun kami masih menunggu adanya laporan tambahan dari warga setempat," ujar Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino seperti dikutip dari detikJatim, Minggu (17/4).

Alith mengatakan akan segera melakukan ganti rugi atas kerusakan tersebut. Dari hasil pengecekan, kerusakan mayoritas terjadi pada kerusakan kaca dan plafon rumah.

"Ya rata-rata kaca pecah dan plafon rumah warga runtuh. Termasuk juga genteng-genteng di sekolah juga bergeser," tambahnya.

Simak Video: Melihat Pemusnahan Petasan di Bangkalan yang Bikin Rumah Warga Rusak

[Gambas:Video 20detik]




(aik/gbr)