Pembongkaran Masjid Al Hurriyah: Dugaan Pelanggaran hingga 'Permainan'

ADVERTISEMENT

Pembongkaran Masjid Al Hurriyah: Dugaan Pelanggaran hingga 'Permainan'

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 03:47 WIB
Masjid Al Hurriyah di Kebon Sirih.
Foto: Masjid Al-Hurriyah (Dok Istimewa)
Jakarta -

Polemik terkait proses tukar guling (ruilslag) Masjid Al-Hurriyah dengan lahan di Pasar Minggu yang berujung pada pembongkaran terus bergulir. Dugaan pelanggaran hingga 'permainan' di balik masalah ini pun mengemuka.

Sebagaimana diketahui, warga RW 06 Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat menolak tukar guling lahan Masjid Al Hurriyah. Ketua RW 06, Tomy Tampatty mengatakan masjid tersebut saat ini sudah dibongkar.

Tommy menuturkan lahan masjid di Kebon Sirih itu dilakukan tukar guling dengan lahan di Pasar Minggu, Jaksel. Dia menyebut tukar guling itu dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan pengurus Yayasan Al Hurriyah dengan pengembang PT GLD Property atau PT MNC Group.

"Bahwa tukar guling tersebut sulit bisa diterima akal sehat karena Masjid Al Hurriyah berada di wilayah Kebon Sirih Jakarta Pusat dan ditukar guling dengan lahan di Pasar Minggu. Dan, lahan Masjid Al Hurriyah dijadikan lahan untuk kepentingan bisnis MNC Group," kata Tommy, dalam keterangannya, Jumat (8/4/2022).

Warga RW 06, RW 05, RW 07, dan RW 09 Kebon Sirih mengutuk keras dan menolak tukar guling lahan ini. Tommy mengatakan tindakan tukar guling ini juga melanggar Undang-Undang.

"Meminta kepada pemilik PT GLD Property atau MNC Group untuk membatalkan tukar guling Masjid Al Hurriyah tersebut dan meminta PT MNC Group untuk membangun kembali masjid yang sudah dirusak/dibongkar," kata Tommy.

Tommy juga meminta tim mafia tanah dari polisi dan Kejagung turun tangan mengusut tukar guling lahan dan pembongkaran masjid.

Simak juga Video: Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Wujud Akulturasi Islam dan Hindu

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT