PLN: Listrik Sudah 95% Normal, 2-3 Hari Pulih
Senin, 29 Mei 2006 06:31 WIB
Jakarta - Pasokan listrik di daerah Yogyakarta dan sekitarnya sudah hampir normal sepenuhnya. Setidaknya untuk daerah yang tidak rusak parah akibat gempa, pasokan listrik sudah 95% normal."Di luar rumah yang hancur, pasokan listrik yang menyala sudah 95 persen," kata juru bicara PLN Muljo Adji kepada detikcom, Senin (29/5/2006).Menurut Muljo, pihaknya sudah mulai memperbaiki instalansi listrik khususnya di daerah yang rusak akibat gempa. PLN pun akan memprioritaskan pengadaan listrik bagi daerah pengungsian."Kami akan usahakan untuk daerah-daerah pengungsi dan pelayanan kesehatan. Kami usahakan agar ada genset di sana," jelasnya. Muljo menjelaskan, perbaikan bagi daerah yang rusak parah, seperti di Bantul, akan menunggu rumah-rumah tersebut diperbaiki. "Kalau rumah rusak, tunggu rumah itu diperbaiki. Kalau rumah yang tidak rusak, 2-3 hari lagi akan pulih," jelasnya.Menurut Muljo, akibat gempa tersebut PLN mengalami kerugian sebesar Rp 160 miliar. Kerugian itu diakibatkan karena banyaknya jaringan distribusi, seperti kawat dan trafo di tiang yang rusak."Kerusakan paling parah Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) 500 kV Pedan di Klaten," jelasnya.Akibatnya, pasokan listrik dari luar wilayah Yogya dan juga Jawa Tengah tidak bisa masuk. Menurut Muljo, pasokan listrik kedua wilayah itu mengandalkan PLTGU Tambak Lorok. "Perlu dukungan pasokan solar sekitar 4.000 kiloliter per hari. Soal ini sudah dikoordinasikan dan akan dipenuhi Pertamina," jelasnya. Muljo menjelaskan, perbaikan di Gitet Pedan akan dilakukan secara bertahap. Saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) Kediri-Pedan-Ungaran ditargetkan dapat beroperasi pada (31/5).Perbaikan akan dilanjutkan di trafo 1 Gitet Pedan pada (6/6), dan pada trafo 2 sekitar akhir Juni.
(ary/)











































