Alat Berat yang Dijanjikan SBY Tidak Kunjung Datang

Alat Berat yang Dijanjikan SBY Tidak Kunjung Datang

- detikNews
Minggu, 28 Mei 2006 17:58 WIB
Klaten - Sejak pagi hari hingga sore, Minggu (28/5/2006) ini, evakuasi korban gempa di Klaten yang masih terkubur di reruntuhan terus dilakukan. Semua dilakukan warga dibantu relawan. Tidak ada alat berat seperti yang dijanjikan Pemerintah.Warga Klaten yang selamat dan tidak mengalami luka berat, sejak pagi terus berupaya mencari korban meninggal maupun hidup di bawah reruntuhan bangunan. Mereka bekerja dengan peralatan ala kadarnya yang bisa didapatkan dalam kondisi darurat.Praktis proses evakuasi itu dilakukan secara swadaya. Kalaupun ada yang bantuan tenaga itupun datang dari personel SAR yang tidak seberapa jumlahnya serta sejumlah relawan dari ormas-ormas di Klaten maupun daerah-daerah sekitarnya yang telah berdatangan sejak Sabtu 27 Mei kemarin sore.Upaya mereka mendapatkan hasil. Ada belasan jenazah yang berhasil diangkat dari reruntuhan, terutama di dua kecamatan paling parah yaitu Gantiwarno dan Wedi. Pemakaman terhadap jenazah juga dilakukan secara darurat karena warga masih harus mencari korban lainnya.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sabtu 27 Mei kemarin, di hadapan para pengungsi di RSUP Klaten, berjanji akan mengupayakan semaksimal mungkin proses pencarian dan penyelamatan korban yang masih belum diketemukan.Sebagai Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng yang menyertai kunjungan itu, juga semakin menegaskan pernyataan SBY. Kepada wartawan, Andi mengatakan alat-alat berat yang diangkut dua pesawat hercules dari Jakarta, Sabtu malam sudah tiba di lokasi.Alat berat itu akan digunakan untuk membongkar reruntuhan bangunan, demi segera menemukan korban yang tertimbun dan sebisa mungkin menyelamatkannya jika memang masih hidup selama tertimbun. Satuan TNI yang memiliki alat-alat berat juga telah diperintahkan untuk mengirimkannya ke lokasi bencana.Hingga Minggu sore, tidak terlihat alat berat itu tiba di lokasi bencana di Klaten. Semua proses evakuasi mayat yang tertimbun maupun upaya membersihkan reruntuhan bangunan, dilakukan 'manual' secara bergotong-royong oleh warga. Hal itu terlihat di Kecamatan Jogonalan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, Prambanan, Wonosari, Karangdowo dan Pedan.Dari pantauan detikcom di lapangan, alat berat yang terlihat hanyalah derek milk Dinas PU Klaten yang dikirim untuk menarik bus milik Pemkab yang terperosok di Gantiwarno. Itupun batal dilakukan karena sulitnya medan. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads