Kisah Gempa Yogya
Patah Tulang Demi Ibu
Minggu, 28 Mei 2006 14:55 WIB
Yogyakarta - Tidak semua orang sibuk menyelamatkan diri sendiri pada saat gempa mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya. Seorang anak laki-laki mengalami patah tulang saat mencoba menyelamatkan sang ibu.Diceritakan Aryono, 30, yang setia mendampingi Satrio, 22, di RS Sardjito, Yogyakarta, adiknya itu patah tulang selangka dan kaki kanannya ketika gempa hari Sabtu (27/5/2006) pagi kemarin terjadi.Meskipun saat itu sudah terbangun, namun Satrio masih mendekam di kamar. Waktu bumi berguncang, ia sempat hendak menghambur ke luar tapi tidak jadi karena melihat ibunya masih berada di kamar.Namun sewaktu mencoba menggiring ibunya keluar, atap rumah keburu roboh. Sang ibu tidak luka parah, tapi si anak tertimpa tembok langit-langit. Beruntung, ia dapat ditarik keluar dari reruntuhan dan segera dilarikan ke rumah sakit.Saat detikcom, Minggu (28/5/2006) dinihari, menanyakan apakah ada anggota keluarganya yang lain yang juga terluka, Aryono menjadi lesu. "Si mbah ... sudah nggak ada, Mas," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Tapi dengan cepat ia mengembalikan nada suaranya yang tadi merendah. "Tapi yasudah, kami sudah ikhlas. Namanya juga musibah, Yang Kuasa pinginnya begini."Dilanjutkan warga kelurahan Piyungan, Bantul, ini rumahnya sudah rata dengan tanah. Harta benda keluarga mereka juga ikut tertimbun reruntuhan, tidak tahu apakah masih bisa diselamatkan atau tidak."Habis semuanya, Mas. Kita nggak sempet ngapa-ngapain. Tapi kita sudah pasrah, memangnya bisa apa? Harta sih nanti-nanti bisa dicari lagi," tuturnya lagi.
(nrl/)











































