Legislator PDIP Pertanyakan Laporan AS soal Dugaan PeduliLindungi Langgar HAM

ADVERTISEMENT

Legislator PDIP Pertanyakan Laporan AS soal Dugaan PeduliLindungi Langgar HAM

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 16 Apr 2022 08:22 WIB
Rahmad Handoyo (Dok. Rahmad Handoyo).
Rahmad Handoyo (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Laporan HAM Amerika Serikat (AS) menyoroti terkait dugaan pelanggaran HAM, khususnya privasi, yang menyeret penggunaan PeduliLindungi. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo mempertanyakan maksud dan tujuan laporan dugaan pelanggaran tersebut.

"Saya kira justru saya pertanyakan maksud dan tujuan pemerintah Amerika Serikat membuat suatu rilis laporan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang ada di PeduliLindungi, itu pantas dipertanyakan," ujar Rahmad Handoyo saat dihubungi, Jumat (15/4/2022).

Rahmad mengatakan pihak AS seharusnya berkoordinasi atau menanyakan terlebih dulu terkait PeduliLindungi ke pemerintah Indonesia. Terlebih, menurutnya, informasi seputar kegunaan PeduliLindungi dapat dengan mudah ditanyakan melalui kedutaan AS di Indonesia.

"Mestinya mereka berkoordinasi dan bertanya langsung kepada pemerintah Indonesia, meminta informasi kepada pemerintah Indonesia, apalagi di sini ada kedutaan besar Amerika yang ada di Indonesia. Saya kira sebagai data pembanding dengan mudahnya mereka mempelajari apa yang dimaksud dengan PeduliLindungi," kata Rahmad.

"Mereka kan dengan mudahnya (bertanya), pemerintah Amerika melalui kedutaan besar yang ada di Indonesia, apa itu PeduliLindungi, apa itu fungsinya, apa kegunaannya. Jadi jangan serta merta menilai satu sisi saja yang hanya laporan dari LSM yang entah dari mana LSM-nya, mereka menjustifikasi dan memutuskan pemerintah Indonesia melalui PeduliLindungi melanggar hak asasi manusia. Saya pantas saya sayangkan soal itu," sambungnya.

Ia menuturkan PeduliLindungi merupakan hasil dari upaya pemerintah Indonesia untuk melindungi warga dari penyebaran COVID-19. Menurutnya, sudah menjadi hak pemerintah Indonesia sebagai sebuah negara untuk membuat aturan yang dapat mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Sebagai sebuah negara yang berdaulat dan demokrasi, berdaulat dalam hal ini adalah bagaimana PeduliLindungi itu sebagai upaya untuk melindungi warga dan rakyat Indonesia dari paparan COVID-19. Hak kita negara membuat suatu aturan membuat suatu kebijakan dalam rangka pengendalian COVID-19," tuturnya.

Terlebih, menurutnya, saat ini Indonesia mendapatkan apresiasi dari berbagai negara terkait pengendalian COVID-19. Bahkan Rahmad menyebut Amerika pun sempat menanyakan cara Indonesia dalam pengendalian tersebut.

"Nyatanya kita mendapatkan apresiasi dari berbagai negara dalam rangka pengendalian COVID-19 Indonesia menjadi salah satu yang terbaik. Kalau saya tidak salah, pemerintah Indonesia juga pernah dimintai Amerika untuk menceritakan bagaimana kiat-kiat sukses pengendalian COVID-19 dan salah satu item-nya adalah sistem PeduliLindungi," imbuhnya.

Simak Video 'Tangkisan RI Terkait Sorotan PeduliLindungi Diduga Langgar HAM':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT