Di Bantul: Korban Tewas 2.336 Orang, 7.057 Rumah Roboh
Minggu, 28 Mei 2006 14:55 WIB
Bantul - Bantul merupakan kabupaten yang paling parah terkena gempa. Informasi yangdidapat dari Satkorlak Penanggulangan Bencana Bantul hingga siang ini yaitu, korban meninggal dunia mencapai 2.236 orang, sementara 7057 rumah roboh.Catatan tersebut terbilang meningkat drastis dari catatan terakhir yang diterima Detikcom. Kondisi ini disebabkan banyak korban ditemukan di balik reruntuhan bangunan rumah mereka setelah tim relawan melakukan evakuasi di daerah-daerah tertentu.Menurut pantauan Detikcom, Minggu (28/5/2006) di pos Satkorlap, Bantul, korban paling banyak ditemukan di Kecamatan Jetis, Pleret, Pundong dan Bambanglipuro. Namun salah seorang warga Pleret menyatakan informasi yang diungkapkan Satkorlap tersebut jauh dari kondisi sebenarnya di lapangan."Jumlah itu salah. Paling enggak warga yang meninggal bisa dua kali lipat dari data yang ada sekarang ini. Rumah-rumah yang roboh juga tidak sepenuhnya benar. Masalahnya saya melihat sendiri di lapangan kalo di Pleret banyak sekali rumah yang roboh," katanya.Menanggapi hal tersebut, petugas Satkorlap lebih memilih tidak berkomentar banyak. "Kami mendapat data tersebut dari Polres dan relawan yang ada," ujar salah seorang petugas.Sementara itu di RSD Panembahan Senopati, Bantul ada dua korban meninggal dunia yang masih menunggu dikebumikan. Pihak RSD mengungkapkan keluarga dari dua korban meninggal dunia ini sudah diketahui. Namun untuk menguburnya mereka masih menunggu tempat untuk pemakaman.RSD Panembahan Senopati sendiri tercatat menerima 30 korban meninggal dunia dan sekitar 1230 warga yang menderita luka-luka. Hingga siang hari ini jumlah tersebut terus bertambah.Kasub. Bag. Keuangan dan Program RSD Penambahan Senopati Andriyandino, SE. MM. mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada tambahan kurang lebih 450 pasien yang masuk. Untuk sementara pasien ditangani di halaman rumah sakit."Kita layani mereka P3K dulu. Setelah itu jika sudah tahu masalahnya, seperti menderita patah tulang atau yang lainnya, maka kami akan mengambil tindakan selanjutnya. Yang penting life safing," ujarnya.
(iy/)











































