Kasus Pria Curi Dinamo demi Bayar Utang Pernikahan Anak Disetop Jaksa

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 15 Apr 2022 17:17 WIB
Kasus Pria Curi Dinamo Demi Bayar Utang Pernikahan Anak Disetop Jaksa
Penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice terhadap tersangka Ariesal Dharsono. (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung menghentikan penuntutan kasus pencurian dengan menerapkan restorative justice atau keadilan restoratif terhadap tersangka Ariesal Dharsono. Tersangka Ariesal terpaksa mencuri dinamo untuk membayar tanggungan utang pernikahan anaknya.

"Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Dr Fadil Zumhana menyetujui permohonan perkara yang dihentikan berdasarkan keadilan restoratif atas nama Tersangka Ariesal Dharsono," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/4/2022).

Kasus ini bermula pada 21 Februari lalu. Di mana Ariesal berniat mengambil barang berupa dinamo kincir dan gear box di bengkel SL I tambak Bayem Dusun Soireng, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, yang dulunya merupakan tambak tempat kerjanya selama sekitar satu tahun.

"Peristiwa berawal pada pagi hari Senin 21 Februari 2022, tersangka Ariesal Dharsono bin (alm) Rasimin mempunyai niat untuk mengambil barang berupa dinamo kincir dan gear box di bengkel SL I tambak Bayem Dusun Soireng, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, yang dulunya merupakan tambak tempat tersangka pernah bekerja selama sekitar satu tahun," kata Ketut dalam keterangan pers tertulis, Jumat (15/4/2022).

Sore harinya, Ariesal berangkat ke lokasi tambak dengan mengemudikan mobil. Ketut menyebut mobil yang dikemudikan itu milik adik Ariesal.

"Lalu pada pukul 15.00 WIB, tersangka berangkat dari rumahnya menuju ke lokasi tambak dengan mengemudikan satu unit mobil pikap Suzuki Carry warna hitam AG-9949-R yang dipinjam dari adik tersangka yang bernama Gaguk," ungkapnya.

Setiba di lokasi, Ariesal tidak langsung menuju tempat tambak tersebut. Ariesal berhenti dan duduk-duduk di pantai yang tak jauh dari lokasi tambak itu sambil menunggu kondisi tempat tambak sepi.

"Setelah itu, tersangka terlebih dahulu duduk-duduk di pantai yang lokasinya tidak jauh dari lokasi tambak, sambil menunggu situasi di tambak dalam kondisi sepi dan setelah tersangka merasa kondisi tambak dalam keadaan sepi," kata Ketut.

Saat situasi sudah sepi, Ariesal kemudian mendatangi lokasi tambak itu dan mencuri barang berupa enam unit dinamo dan 7 unit gear box yang pada saat itu sedang diperbaiki di bengkel. Dia pun membawa barang itu ke mobil.

"Sekitar pukul 16.50 WIB, tersangka membawa mobil pikap yang dikemudikannya masuk ke dalam lokasi tambak melalui pintu yang ada posnya," ujar Ketut.

"Selanjutnya tersangka menuju dan memarkir pick-up yang dikemudikannya di depan bengkel yang ada di dalam lokasi tambak tersebut dan mulai mengambil barang berupa 6 unit dinamo dan 7 unit gear box, yang pada saat itu sedang diperbaiki di bengkel, dengan cara diangkat satu persatu lalu diletakkan ke dalam bak kendaraan pikap yang dibawa tersangka tersebut," ungkapnya.

Ariesal mencoba menjual barang-barang hasil curiannya itu. Namun, kata Ketut, barang-barang tersebut tak laku dijual karena kondisinya tidak bisa dipakai dan penuh karat.

"Saat berhasil mengambil barang-barang tersebut, tersangka berniat untuk menjualnya, namun dikarenakan barang-barang tersebut dalam kondisi tidak bisa dipakai dan penuh karat," kata Ketut.

Akhirnya, Ariesal membawa barang-barang tersebut ke pedagang rongsokan di wilayah Bandung. Barang tersebut kemudian laku dengan harga Rp 800 ribu. Akibat perbuatan Ariesal ini, korban bernama Agus Wahyudi mengalami kerugian Rp 3,6 juta.

"Maka kemudian tersangka membawanya ke pedagang barang rongsokan di wilayah Bandung untuk dijual dalam bentuk besi kiloan atau dijual sebagai barang rongsokan dan setelah itu barang barang tersebut laku tersangka jual kiloan seharga Rp 800.000," ujarnya.

"Akibat dari perbuatan tersangka tersebut saksi (korban) Agus Wahyudi mengalami kerugian kurang-lebih sebesar Rp 3.600.000," imbuhnya.

Ariesal mengaku melakukan ini untuk membayar tanggungan utang pernikahan anaknya. Ketut menyebut Ariesal baru pertama kali melakukan tindak pidana.

"Tersangka melakukan pencurian dengan motif barang curiannya akan dijual dan digunakan untuk membayar tanggungan utang pernikahan anak tersangka. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana," ujar Ketut.

Ketut menyebut alasan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan kepada Ariesal karena ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 tahun.Tersangka Ariesal, kata Ketut, juga telah meminta maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulanginya. Korban telah memaafkan tanpa syarat.

"Telah dilaksanakan perdamaian pada tanggal 4 April 2022 di Kantor Kejaksaan Negeri Tulungagung, di mana tersangka telah meminta maaf kepada korban atas perbuatan yang dilakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali, serta korban telah memaafkan perbuatan tersangka tanpa syarat," ucapnya.

Selanjutnya, Jampidum memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif, sesuai Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum.

Lihat juga video 'Curi Kotak Amal Sejumlah Masjid, Pria di Sulsel Diamankan Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/yld)