ADVERTISEMENT

Katedral Jakarta Gelar Jumat Agung, Prokes COVID-19 Tetap Diterapkan

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 15 Apr 2022 13:01 WIB
Gereja Katedral di Hari Raya Paskah, 15 April 2022. (Anggi Muliawati/detikcom)
Gereja Katedral di Hari Raya Paskah, 15 April 2022. (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Gereja Katedral, Jakarta Pusat, menggelar peribadatan Jumat Agung di Hari Raya Paskah ini. Protokol kesehatan menjadi hal yang tetap diperhatikan di dalam Gereja Katedral.

"Tentu saja prokes selalu dilaksanakan harus dilakukan secara ketat. Itu sudah merupakan komitmen dari Keuskupan Agung Jakarta," kata Humas Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta Susyana Suwadie kepada wartawan di Gereja Katedral, Jumat (15/4/2022).

Susyana mengatakan salah satu bentuk prokes yang dilakukan adalah jemaat diminta mendaftar secara daring (online). Pendaftaran itu dapat dilakukan oleh umat paroki di Katedral dan lintas paroki.

"Hanya syaratnya yaitu mendaftar melalui website belarada. Nah itu merupakan bentuk dari penjagaan supaya memudahkan untuk melakukan 3T," katanya.

Selain itu, Susyana mengatakan nantinya di pintu masuk setiap jemaat harus melakukan pemindaian (scan) barcode PeduliLindungi terlebih dahulu. Dia menyebut posisi duduk jemaat pun akan diberi jarak pada sisi kanan dan kiri.

Humas Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta, Susyana SuwadieHumas Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta, Susyana Suwadie (Anggi/detikcom)

"Kemudian prokes lainnya juga tetap dilaksanakan mengukur suhu dan juga disediakan tempat cuci tangan air mengalir di beberapa titik. Lalu semua umat yang masuk di kawasan Gereja Katedral itu harus tetap memakai masker dan di dalam juga tetap jaga jarak," katanya.

"Posisi jemaat di dalam Gereja masih diterapkan jaga jarak dengan pembatas tali antar sisi kiri kanan tapi kalau depan belakang sudah mengikuti kursi seperti biasa," lanjutnya.

Susyana mengatakan untuk jumlah kapasitas jemaat, yakni 75 persen. Dia menyebut perbedaan dengan tahun lalu, di mana jumlah jemaat hanya 20-40 persen.

"Sebenarnya hampir mirip hanya saja kapasitasnya yang berbeda, jadi kalau sekarang sudah 75 persen, dahulu itu diawali hanya 20 persen, kemudian meningkat 40 persen mengikuti perkembangan peraturan pemerintah dan sekarang kita mengikuti lagi di level 2 menjadi 75 persen," katanya.

Untuk waktu ibadat, durasinya menjadi lebih dipercepat. Terutama pada Sabtu Suci, sembilan bacaan akan disingkat menjadi empat bacaan.

"Waktu juga ketat maksimal di 60 menit bahkan pertama kali awal 45 menit, nah untuk kali ini bisa diperpanjang hingga penambahan 15 menit, tentunya di upacara seperti nanti di besok ya Sabtu Suci itu banyak sekali bacaannya, sembilan bacaan itu hingga panjang mungkin 90 menit lebih, itu juga tetap mengalami meringkas dengan hanya membaca empat bacaan," katanya.

"Misa-nya juga otomatis waktunya dipersingkat, namun tidak mengurangi makna dari misa-misa dari perayaan Tri Hari Suci ini," imbuhnya.

Lihat juga video 'Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Rangkaian Paskah di Solo':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT