Dikabari Tentang Gempa Yogya, Soeharto Hanya Terdiam
Minggu, 28 Mei 2006 10:50 WIB
Jakarta - Kondisi mantan Presiden Soeharto secara keseluruhan telah membaik. Keluarga pun sempat memberi tahu tentang adanya musibah gempa di Yogyakarta yang menewaskan 3 ribu orang lebih. Mendapat kabar itu, penguasa Orde Baru itu hanya terdiam."Reaksi Pak Harto hanya terdiam," kata koordinator dokter spesialis kepresidenan Djoko Rahardjo dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jalan Kiai Maja, Jakarta, Minggu (28/5/2006).Djoko kemudian menjelaskan perkembangan kesehatan Soeharto. Keadaan umum pria asal Yogya itu tenang, tanda vital stabil dan kadar hemoglobin pagi hari ini 10,6 gram %. Sementara gangguan elektrolit dan fungsi ginjal membaik. Fungsi pencernaan lebih baik. Meski demikian fisioterapi tetap diberikan namun dengan lebih aktif. "Secara keseluruhan Pak Harto membaik," tandas Djoko. Melihat kondisinya yang semakin hari semakin membaik, Soeharto dilatih duduk. Sabtu 27 Mei kemarin, dokter mulai membantu pria yang mendapat julukan The Smiling General itu untuk duduk. "Kalau duduk sudah kuat mungkin dilatih berdiri. Kalau berdiri sudah kuat nanti dilatih jalan," kata Djoko. Walaupun kondisinya sudah mulai membaik, namun dokter belum bisa memastikan kapan mantan presiden itu bisa kembali ke rumah. "Kalau pulang kita belum rahu kapan. Belum pasti. Namun akan terus kita pantau," kata Djoko.Dokter, Sabtu kemarin juga telah mencabut satu selang caecostomy. Dengan pencabutan itu, saat ini masih ada satu selang caestomy lagi yang berada di perut Soeharto. Selang itu digunakan untuk menyalurkan makanan langsung ke dalam lambung Soeharto. Satu selang tidak dicabut untuk berjaga-jaga jika makanan belum bisa masuk melalui mulut.
(iy/)










































