Agar Tetap Selamat, Warga Bantul Kenakan Pita Janur Kuning
Minggu, 28 Mei 2006 10:33 WIB
Bantul - Janur kuning adalah simbol yang sangat kuat bagi warga Yogya. Warga Desa Siti Mulya, Kecamatan Piyungan, dan desa Bawuran Kecamatan Pleret, Bantul, pun beramai-ramai mengenakan pita janur kuning. Tujuannya, agar terhindar dari bencana.Hampir sebagian besar warga selamat mengenakan pita ini sejak Sabtu malam (27/5/2006). Pita tersebut melingkar di lengan kanan atau lengan kirinya, ada juga yang dikalungkan di leher bahkan diikatkan di kepala.Sebagian warga mengaku, pita janur ini dikenakan atas perintah dari Kraton Yogyakarta. Namun tak jelas benar, siapa yang memberikan titah ini kepada warga yang selamat dari bencana gempa.Suparno (60), warga Dusun Banyakan, Desa Siti Mulyo, mengaku sejak semalam mengenakan pita tersebut dan harus dikenakan sampai keadaan betul-betul aman. "Banyak warga juga ikut mengenakannya," katanya kepada detikcom, Minggu (28/5/2006).Di Kecamatan Pleret yakni di Desa Bawuran, Segara Yasa, Kedaton, dan Kanggotan, telah rata dengan tanah akibat gempa. Saat ini, tim bantuan dari TNI, Polri dan mahasiswa sudah berdatangan. Mereka masih berusaha mencari korban di puing-puing reruntuhan rumah yang terbuat dari batu bata.Menurut salah seorang korban selamat, Ahmad Surip (51), dia dan istri selamat, namun seorang anaknya dan adiknya, Giyem, meninggal tertimbun reruntuhan. "Giyem diperkirakan tertimbun di kamar tidurnya," ujar Ahmad sambil menangis.Sedangkan warga yang selamat saat ini ditampung di balai desa setempat dan tanah lapang.Di Dusun Banyakan, diperkirakan 200 warga tewas tertimbun reruntuhan. Dari jumlah itu, baru 7 jenazah yang ditemukan. 5 Korban di antaranya telah dimakamkan Sabtu kemarin dan 2 sisanya, Mudi (70) dan istrinya Ny Mudi (65), dimakamkan Minggu pukul 09.00 WIB.Sementara itu di Desa Bawuran, dari sekitar 400 KK, sebanyak 46 korban meninggal dunia. 43 Jenasah sudah dimakamkan Sabtu kemarin, dan 3 korban lagi masih dicari.Foto: Presiden SBY dan Nyonya Ani meninjau korban luka gempa di Yogya hari Sabtu
(wiq/)











































